Headlines News :

.

.

Pesona Agam

Pesona Agam

Jalur Simaka Sudah Bisa Dilalui Kendaraan


Ruas jalan Malalak, Sicincin - Balingka (SIMAKA) tertimbun longsor pada Sabtu (3/12), sudah bisa dilewati kendaraan roda empat secara bergangtian.

"Kendaraan sudah bisa melewati ruas jalan Simaka ini pada Minggu (4/12) pukul 9:30 WIB," kata Camat Malalak Harmezi.

Namun mengingat curah hujan masih turun disertai kabut tebal, pekerjaan pembersihan matrial longsor dihentikan pada pukul 11:00 WIB.

Bupati Agam Indra Catri mengingatkan seluruh anggota Satgas Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) supaya siaga penuh dan seluruh peralatan supaya dipastikan dalam kondisi siap aktif. 

Bupati juga menegaskan camat tetap berada wilayahnya saat cuaca masih rawan. 

Bupati menambahkan, kondisi Malalak memang masih sulit diprediksi. Hampir semua wilayah kecamatan yang rawan bencana longsor dan banjir mendesak untuk ditangani termasuk Kecamatan Palembayan yang masih diguyur hujan.

"Khusus Lubuk Basung juga rawan banjir, penyumbatan riol dan got dari sampah pasar sangat berpotensi menimbulkan banjir," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta semua komponen memperhatikan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Secara terpisah, Camat Palupuh Herizon juga menyampaikan terjadi longsor tadi malam  di dua titik yaitu kilometer 34 di Jorong Kuran-kuran dan Km 29 di Jorong Angge Palimbatan yang menutup sepertiga badan jalan ruas Bukittinggi - Pasaman. (AMC)

Hujan Lebat, Akibatkan Longsor di Nagari Tanjung Sani


Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Agam, tepatnya di Muko Jalan Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, pada Sabtu (3/12), mengakibatkan bencana tanah longsor di wilayah itu.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Nagari Tanjung Sani, Renol Basri, mengatakan, hujan melanda mulai dari pagi hingga siang mengakibatkan longsor di Muko Jalan di Nagari Tanjung Sani, 

"Bencana alam tersebut terjadi bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Peristiwa tanah longsor ini tidak menelan korban jiwa tetapi mengakibatkan kerugian material," terang Renol.

Selain menimbun badan jalan sepanjang 10 meter. Material longsor juga menimpa Keramba Jaring Apung (KJA) milik M. St. Mangkudun rusak sebanyak 10 petak. Diperkirakan kerugian termasuk ladang  yang tertimbun material longsor sekitar Rp300 juta.

Disamping itu, pihak nagari juga mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan bencana longsor  agar selalu waspada dan berhati-hati menghadapi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini karena intensitas curah hujan yang sangat tinggi dapat memicu terjadinya bencana alam tanah longsor dan banjir. (jon/AMC)

Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Agam Mengalami Longsor


Sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, dilanda longsor akibat curah hujan tinggi semenjak Jumat sampai Sabtu. Tercatat kecamatan yang terletak di perbukitan seperti Kecamatan IV Koto, Malalak, Palembayan dan Tanjung Raya mengalami longsor dibeberapa tempat.

Pada kesempatan itu, Camat IV Koto Rahmi Artati menyampaikan bahwa di Kecamatan IV Koto longsor terjadi di Toboh Jorong Subarang Nagari Balingka sekitar pukul 03.00 dini hari tadi. 

"Longsor yang menimpa Rumah Risman St. Sarif beserta 6 anggota keluarga lainnya itu mengalami rusak berat dan alhamdulillah Risman beserta anggota keluarganya selamat. Material longsor juga menimbun badan jalan Matur - Bukittinggi di Balingka, namun dengan sigap segera ditangani aparat bersama masyarakat dan relawan", kata Rahmi.

Di Kecamatan Palembayan juga terjadi longsor di Lubuak Gadang Nagari Ampek Koto Palembayan jam 09.00 pagi tadi. Camat Palembayan Aryati menyampaikan bahwa longsor yang menutupi jalan sepanjang 10 meter dengan ketinggian 1,5 meter itu telah ditangani masyarakat bersama aparat.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kecamatan Malalak, Camat Malalak Harmezi menyebutkan bahwa kejadian longsor di Jorong Limo Badak.

"Longsor setinggi 15 meter menimbun badan jalan, sehingga membuat arus jalan Sicincin - Malalak - Balingka (SIMAKA) tertutup dan tidak bisa dilalui," sebut Harmeizi.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Agam Bambang Warsito untuk penanganan jalur SIMAKA ini memang membutuhkan waktu lebih kurang 2 hari.

"Karena ini jalan provinsi kita sudah berkoordinasi dengan Dinas PU dan BPBD Provinsi Sumbar dan hal ini segera ditangani," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang Warsito menyebutkan di bebarapa lokasi kejadian telah ditugaskan personil BPBD untuk menangani bencana bersama masyarakat dan aparat lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto menindaklanjuti arahan Bupati Agam Indra Catri meminta seluruh camat agar siaga di wilayah masing-masing, karena diprediksi curah hujan masih cukup tinggi.

"SKPD terkait juga segera diminta memberikan dukungan penuh terhadap penanggulangan bencana sesuai dengan protap dibawah koordinasi BPBD," kata Martias Wanto.

Menyikapi hal tersebut Kasatpol PP Agam Danil Defo telah menugaskan personil Satpol PP yang tergabung dalam Satlinmas bersama unit pelaksana Satpol PP kecamatan.

"Personil kita sudah berada di lokasi Subarang Balingka dan Muko Jalan Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya untuk gotong royong bersama masyarakat membersihkan material longsor," kata Kasatpol PP Agam itu. (AMC)

BPBD Agam Bereaksi Cepat Bersihkan Material Longsor


Pemkab Agam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bereaksi cepat untuk membersihkan material longsot yang melanda beberapa kecamatan di daerah itu.

Hujan lebat melanda Kabupaten Agam sejak Jum'at sampai Sabtu, mengakibatkan beberapa ruas jalan rusak diterjang longsor.

Tercatat 4 kecamatan terkena dampak musibah yakni, Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, Ampek Koto dan Malalak.

Kalak BPBD Agam Bambang Warsito, curah hujan cukup tinggi di sebagian wilayah Agam, mengakibatkan bencana longsor masing-masing di Kecamatan Tanjung Raya sebanyak dua titik longsor di Nagari Tanjung Sani yang mengakibatkan jalan lumpuh total dan menimbun 2 buah platdeker sert menenggelamkn 10 petak karamba.

Kemudian di jorong Subarang, Nagari Balingka, Kecamatan Ampek Koto, mengakibatkan dua unit rumah terkena dampak longsor masing-masing milik Risman (57) dan Nurhayati (62).


Kemudian di Lubuk Kandang Nagari Ampek Koto, Kecamatan Palembayan, material longsor menutupi akses jalan dengan tinggi 80 cm dan lebar 20 cm. Sedangkan yang terparah di Bukik Apik Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, material longsor menutupi akses jalan.

"Kita sudah upayakan langkah penanganan termasuk koordinasi dengan jajaran Dinas PU untuk membantu dengan menurunkan alat berat. Kita saat ini juga tengah melakukan penanganan darurat di lapangan," kata Bambang Warsito saat dihubungi via ponsel, Sabtu (3/12).

Terkait hal itu, Bambang juga meminta agar masyarakat yang berada dikawasan perbukitan untuk lebih waspada dan ekstra hati-hati mengingat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir ini. (IF/AMC)

 
Support : Creating Website | Hutri | Rajo Production
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Hutri Published by Rajo Production
Proudly powered by Rajo Prodution