Headlines News :

.

.

Pesona Agam

Pesona Agam

Bupati Agam Indra Catri Terima Hasil Assessment Tahap III

Ketua Pansel  Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Rusdi Lubis didampingi anggota pansel, serahkan berkas hasil seleksi assessment tahap III penilaian terhadap calon pejabat eselon IIb di lingkup Pemkab Agam kepada Bupati Agam, Indra Catri, di rumah dinas kediaman bupati, Jum'at (24/2).

Ikut menyaksikan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, Sekretaris Daerah Martias Wanto, Asisten Bupati Administrasi Umum, Dafrines dan Kepala Badan Kepegawaian dan SDM, Fauzir.

Tim pansel menyerahkan tiga nama dari masing-masing lima jabatan eselon IIb. Lima jabatan tersebut, yakni Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan dan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan.

Ketua Pansel Rusdi Lubis menyebutkan, dari 21 nama tersebut telah dilakukan seleksi ketat oleh pansel melalui beberapa rangkaian tes yang dilakukan secara terbuka. Jenis tes yang dilakukan, tes akademis (tertulis), penyampaian dan presentasi makalah, wawancara dan asessment.

"Tugas pansel hanya sampai kepada penentuan memberikan nilai sampai rangking 3 besar. Sedangkan siapa yang akan menduduki di lima jabatan tersebut ditentukan dan diputuskan oleh Bupati Agam," terang mantan pamong senior ini.

Usai menyerahkan berkas hasil seleksi ini, kata Rusdi Lubis, pihak BKD akan membawa nama-nama tersebut ke BKN pusat, jumlah dari BKN itu nantinya yang akan menjadi pejabat yang akan dilantik.

"Kita juga menaruh harapan kepada pejabat yang mengisi jabatan nanti bisa menjadi visioner dalam menjalankan visi dan misi pemerintah Kabupaten Agam," kata mantan Sekdaprov Sumbar ini.

Terkait itu, Bupati Agam Indra Catri, mengatakan seleksi pejabat ini dilakukan semata-mata hanya untuk memenuhi tuntutan optimalisasi kinerja organisasi pemerintah daerah, sehingga pejabat yang diangkat adalah pejabat yang dipilih dan dinilai memiliki kemampuan yang professional, akuntabel, jujur, disiplin, netral dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta memiliki loyalitas yang tinggi.

"Dalam proses lelang jabatan ini tidak ada intervensi. Semua proses diserahkan sepenuhnya kepada tim pansel," tegas bupati.

Pihaknya berharap para pejabat yang terpilih nantinya, mampu bekerja keras dan bekerja cerdas mewujudkan rancangan RPJMD sesuai dengan visi misi pembangunan Kabupaten Agam lima tahun ke depan.

"Kinerja para pejabat ini nantinya akan kita evaluasi setiap bulannya," pungkas bupati. (IF/AMC)

Baznas Agam Kembali Salurkan Zakat Sebesar Rp170.790.000

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, kembali menyalurkan zakat sebesar Rp170.790.000 kepada 90 mustahik, di Masjid Agung Nurul Fallah, Lubuk Basung, Jum’at (24/2).


Zakat diserahkan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, disela-sela kegiatan wirid Korpri mingguan di Masjid itu.



Berdasarkan data dari Baznas Kabupaten Agam, Zakat diserahkan untuk Kecamatan Ampek Nagari sebesar Rp43.225.000 kepada 18 mustahik, Lubuk Basung Rp36.930.000 untuk 25 mustahik. Kecamatan Palembayan Rp38.985.000 untuk 17 mustahik, Tanjung Mutiara Rp16.975.000 untuk 10 mustahik, dan Tanjung Raya Rp34.675.000 untuk 20 mustahik.


Pada kesempatan itu, staf Baznas Agam bidang program Dodi M Putra, mengatakan, zakat dimaksud diserahkan kepada mustahik, sesuai dengan permintaan melalui proposal, yang diusulkan, dan tidak semua proposal yang masuk mendapatkannya.


“Mustahik yang berhak, ditentukan dalam sidang verifikasi, agar bisa menentukan yang layak untuk mendapatkannya,” ujar Dodi.


Ia mengharapkan, agar mustahik memanfaatkan zakat itu dengan sebaiknya, jangan disalahgunakan untuk keperluan yang tidak bermanfaat.


Kita mengucapkan terimakasih kepada muzaki, yang telah berzakat melalui Baznas Kabupaten Agam,” ujarnya lagi. (Tam/AMC)

Besok, Baznas Agam Salurkan Zakat Rp183.320.000

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, akan  menyalurkan dana Rp183.320.000 , Sabtu (25/2) di Kantor II Baznas Belakang Balok, kepada 127 mustahik.

Dana zakat dimaksud disalurkan kepada mustahik, yang berada di 11 kecamatan di Kabupaten Agam. Kecamatan dimaksud adalah Matur sebesar Rp10.120.000, untuk tujuh mustahik; Baso Rp12.450.000 untuk 12 mustahik; Malalak Rp4.500.000 untuk lima mustahik, IV Koto Rp13.500.000 untuk 12 mustahik, dan Canduang Rp15.400.000 untuk 12 mustahik; Sungai Pua Rp13.000.000 untuk 11 mustahik, Kamang Magek Rp24.500.000 untuk 15 mustahik, Tilatang Kamang Rp32.225.000 untuk 20 mustahik, Ampek Angkek Rp26.825.000 untuk 18 mustahik, Palupuah Rp7.500.000 untuk empat mustahik, dan Banuhampu Rp23.300.000 untuk 11 mustahik.

Staf Baznas Kabupaten Agam Bidang Program, Dodi M Putra mengungkapkan, Jum’at (24/2), sebelum zakat disalurkan, mustahik tersebut diberikan tausiah, supaya zakat diterima tidak dimanfaatkan untuk hal yang tidak bermanfaat.

"Mereka saat ini berstatus mustahik, mudah-mudahan ke depan mereka mampu jadi muzaki, di mana nantinya juga bisa membantu mustahik lainnya,” ujarnya berharap. (Tam/AMC)

19 Tahun Bergantung Hidup Pada Anak, Akhirnya Aswen Dibantu Baznas

Sudah 19 tahun menggantungkan hidup bersama anak, akhirnya Aswen (82), warga Pincuran Tujuah, Jorong II Balai Ahad, Kecamatan Lubuk Basung, mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Agam.

Bantuan dimaksud berupa ternak ayam, yang diserahkan Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria secara simbolis, di Masjid Agung Nurul Fallah, Lubuk Basung, Jum'at (24/2).

Pada kesempatan itu, Aswen, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima dari Baznas Kabupaten Agam berupa uang, sebesar Rp1860.000. Bantuan dmaksud dimanfaatkan untuk modal ternak ayam. Dengan demikian, ke depan ia sudah memperoleh penghasilan sendiri, dan tidak terlalu bergantung lagi kepada anaknya.

"Selama ini, saya hidup bergantung kepada anak. Saya mempunyai anak 7 orang, terkadang tinggal secara bergiliran. Mereka pun tidak memiliki pekerjaan tetap," ujarnya.

Ia mengatakan, sebelumnya ia bekerja sebagai tukang ojek, sejak 1988 hingga 1995. Ia merupakan salah seorang perintis ojek di Lubuk Basung. Karena ojek semakin banyak, ia memutuskan untuk berhenti, sebab tidak sesuai pengeluaran dengan penghasilan.

Di kala itu, istrinya Yusna membuka usaha dagang makanan di Pasar Lama Lubuk Basung. Ia memustuskan untuk membantu istrinya di warung, sebab istrinya pada saat itu tengah sakit-sakitan, sehingga tahun 2002 istrinya menghembuskan nafas terakhir.

Pada saat itulah Aswen fisiknya semakin terpuruk, ditambah lagi karena dimakan usia, sehingga anaknya membawa kerumah, untuk tinggal bersama.

Ia mengatakan, dengan bantuan dari Baznas Agam itu, ia bisa mengembangkan ternak ayam, supaya mendapatkan penghasilan sendiri, dan tidak memberatkan lagi kepada keluarga anaknya.


"Mudah-mudahan usaha yang akan dilakukan ini bisa berkembang, dan mencukupi perekonomian," ujarnya berharap. (Tam/AMC)
 
Support : Creating Website | Hutri | Rajo Production
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Hutri Published by Rajo Production
Proudly powered by Rajo Prodution