KOLOM

/>

Minggu, 01 Maret 2015

Forpis Agam Gelar Pertemuan PMR


Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaksanakan pertemuan dalam memilih dan menetapkan pengurus baru periode 2014 sampai 2016  di MAN Pulai Lubuk Basung. Minggu (1/3) .

Kegiatan ini, diawali dengan upacara yang dibuka secara resmi oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Agam diwakili seksi bidang pengabdian dan relawan, Yunaidi.S, M.Pd, 
     
Ia menjelaskan, forpis merupakan salah satu wadah berhimpunnya anggota PMR untuk pengembangan PMR di Kabupaten Agam, dan juga perpanjangan tangan Markas PMI. 
     
"Kita berharap dengan pertemuan seluruh anggota PMR se Agam dijadikan suatu inovasi program di sekolah. Selain itu sebagai ajang silaturrahmi antara anggota PMR se Agam." kata Yunaidi di Lubuk Basung. 

Menurutnya, adapun rancangan pertemuan sehari anggota PMR dilanjutkan dengan sosialisasi Forpis oleh Relawan dan pengurus Markas PMI. 

Kemudian juga dilaksanakan pencalonan dan pemilihan koordinator FORPIS Kabupaten Agam, dan Tri Bakti PMR dalam bentuk out bound persahabatan.(Tim AMC)

Sabtu, 28 Februari 2015

Pengurus Bundo Kanduang Banuhampu Dilantik


Keberadaan Bundo Kanduang telah melekat dengan adat dan budaya Minangkabau, hal itu menjadikannya memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau, terutama membentuk akhlak generasi muda.

Demikian disampaikan Bupati Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Syafirman dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan pengurus Bundo Kanduang Kecamatan Banuhampu periode 2015-2020, di aula Kantor Camat setempat, Sabtu (28/2).

Pada kesempatan itu turut dihadiri Ketua Dewan Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Agam Ibu Vita Indra Catri, Camat Banuhampu Dandi Pribadi beserta unsur Muspika Kecamatan.

Syafirman menjelaskan, mengingat pentingnya keberadaan Bundo Kanduang dalam membentuk akhlak dan menjadi tauladan masyarakat terutama bagi generasi muda, Bundo Kanduang harus bisa mewujudkan peran dan fungsi sebagai perempuan Minangkabau dalam menerapkan fungsi adat Minangkabau.

“Bundo Kanduang sebagai lembaga atau organisasi yagn besar di Minangkabau harus diperkuat, dan pemkab akan mendukung penuh setiap kegiatan Bundo Kanduang. Syara' mangato, adat mamakai," kata Syafirman.

Diharapkan, pengurus Bundo Kanduang yang baru dilantik agar bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat, serta mengoptimalkan setiap kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau, terutama membangun akhlak generasi muda.

Sebelum itu, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam Rosmiati berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat melanjutkan tugas dan fungsi dari program yang dilaksanakan oleh pengurus yang lama sehingga, program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Oleh sebab itu, perlu sekali kekompakan dan kerjasama tim yang bagus. Karena, suatu organisasi tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kekompakan dan kerjasama tim," terangnya.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Agam Ibu Vita Indra Catri. Ia berpesan kepada seluruh Bundo Kanduang di Kabupaten Agam agar selalau mengadakan pertemuan sesering mungkin, karena dengan sering bertemu maka akan muncul inovasi-inovasi baru terkait dengan tupoksi Bundo Kanduang di Minangkabau. "Terpenting sekali, dengan sering bertemu maka akan bisa memperkuat tali silahturahmi diantara sesama," tuturnya. (IF/AMC)


Kepala Puskesmas Malalak Minta Tenaga Kesehatan Tingkatkan Pelayanan

Kepala Puskesmas Malalak, dr. Andi meminta agar tenaga kesehatan di Puskesmas itu untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga layanan kesehatan dapat dinikmati semua warga di daerah itu secara baik dan maksimal.

"Semua tenaga medis untuk meningkatkan pelayanan guna meningkatkan pelayanan memasuki tahun 2015," kata Andi.
Guna meningkatkan pelayanan ini, petugas perlu dibenahi seperti, mereka dapat mengikuti lokakarya mini Puskemas, rapat lintas sektor dan peningkatan kinerja staf dengan menggiatkan kembali apel rutin setiap pagi di Puskesmas.

Pihaknya menyadari banyak kekurangan yang dirasakan dalam pelaksanaan kegiatan di tahun 2014, sehingga cukup banyak target kegiatan yang belum dicapai. 

"Alhamdulillah dalam rapat lintas sektor yang dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2015 yang dipimpin langsung oleh Camat Malalak, kami berhasil merumuskan beberapa poin penting guna peningkatan pelayanan di Puskesmas Malalak," katanya. 

Point itu yakni, pihak kecamatan akan melaksanakan rapat lintas sektor minimal 1 x dalam 2 bulan, wirid rutin untuk seluruh pegawai di Kecamatan Malalak, dibentuk TP-UKS dan Posko TP-UKS tingkat Kecamatan Malalak dan akan dilaksanakan screaning wajib bagi pasangan yang akan menikah bekerja sama dengan KUA. 

Lalu, akan dibentuk forum kecamatan sehat dengan posko kantor camat  dan  akan dilaksanakan pemutakhiran data terbaru oleh pihak UPT KB pada April 2015. 

Kemudian, UPT KB beserta Pokja IV PKK akan turun ke Posyandu dan kesepakatan dengan Babinkamtib, LKAAM, guru, pihak kecamatan agar anak sekolah tidak akan dibiarkan keluar rumah mulai dari Maghrib, serta tidak menghidupkan televisi pada maghrib sampai Isya.

Camat Malalak Harmezi menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dicetus perdana ini oleh pihak Puskesmas Malalak dan diharapkan ini dapat terwujud dilapangan.

"Kedepan kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergiliran ke semua UPT yang ada dan semua kesepakatan yang dibuat akan dijalankan segera mungkin," katanya. (jon/AMC)


Jumat, 27 Februari 2015

Baznas Agam Salurkan Zakat Bagi Mahasiswa Binaan

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, menyalurkan dana sebesar Rp15 juta kepada enam mahasiswa binaan yang baru masuk kuliah di Universitas Taman Siswa (Tamsis). 

Penyerahan ini dilakukan oleh Ketua Baznas Agam Isman Imran dan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Transmigrasi Kabupaten Agam M. Khudri, disaksikan oleh Kepala KUA Lubuk Basung di kantor Baznas Kabupaten Agam, Jum'at (27/2).

Pada kesempatan itu, Isman Imran mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan semester pertama dan masing-masing mendapatkan Rp2,5 juta selama dua semester dan selebihnya dibiayai oleh Universitas Tamsis.

Ia menjelaskan, beasiswa itu merupakan tindak lanjut dari MoU yang dilakukan antara Baznas Agam dengan Universitas Tamsis pada tahun 2014. Ini bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

Menurutnya, syarat dari mahasiswa binaan adalah berasal dari keluarga petani yang tida mampu untuk melanjutkan pendidikan. Tujuan agar setelah tamat nanti mereka bisa memberikan pendidikan kepada orang tua.

"Beasiswa ini kita khususkan hanya bagi mahasiswa yang jurusan pertanian atau peternakan, karena terkait mata pencarian masyarakat di Agam mayoritas petani. Namun, disamping itu kita juga memiliki 65 mahasiswa binaan yang diberi bantuan berupa insentif ataupun bantuan tetap bagi mahasiswa yang kuliah di universitas lain," katanya.

Lebih jauh Isman Imran menambahkan, Baznas Agam memprioritaskan dana zakat pada 2014 kepada pendidikan yakni program "Agam Cerdas" yang digagas oleh Bupati Agam. "Terbukti bahwa dari dana yang terkumpul selama 2014 sebesar Rp8,6 miliar, hampir separuh digunakan untuk biaya pendidikan anak kurang mampu yang putus sekolah," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Trasmigrasi Kabupaten Agam M. Khudri, mengatakan, selaku instansi pemerintah dan muzzaki pihaknya sangat terbantu dalam menangani persoalan sosial ditengah masyarakat. "Masalah sosial tidak akan terselesaikan sendiri tanpa adanya keseriusan bersama untuk mencari solusinya," katanya. (IF/AMC)


Berita

Popular Posts