KOLOM

Senin, 31 Agustus 2015

UGM Pilih Agam Tempat Pelaksana Program StiRRRD

Universitas Gajah Mada (UGM) bekerjasama dengan GNS Science Of New Zealand memilih Agam dari delapan kabupaten dan kota di Indonesia menjadi bagian pelaksanaan program Strengthened Indonesian Resilience Reducing Risk From Disasters (StiRRRD) atau penguatan ketangguhan Indonesia melalui pengurangan resiko bencana.

Kepala pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana daerah Kabupaten Agam, Bambang Warsito, Senin (31/8) di Lubuk Basung mengatakan, pihak Universitas Gajah Mada beserta GNS Science Of New Zealand, sudah melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan StiRRRD di Kabupaten Agam.  Program tersebut pada dasarnya bertujuan untuk pengurangan resiko bencana.

"Kerjasama yang dilakukan untuk semakin menekan resiko bencana. Program tersebut sangat bagus dalam mendampingi sejumlah program yang dilakukan sebelumnya dalam mengurangi resiko bencanan di Kabupaten Agam," ungkapnya.

Dikatakannya, dalam peningkatan pembangunan di bidang penanggulangan bencana, pemerintah Kabupaten Agam, telah melakukan beragam upaya melalui kebijakan dan program antara lain, pembenanhan regulasi kebencanaan dengan menyusun SOP dan peraturan, memudahkan pelaksanaan teknis penanggulangan bencanan di lapangan.

Selain itu, secara kelembagaan juga dibentuk komunitas masyarakat peduli bencana, seperti kelompok siaga bencana (KSB) yang keanggotaannya terdiri dari para relawan di tingkat nagari. Setelah diterbitkannya UU No 6 Tahun 2014 tentang desa maka pembentukan pengembangan KSB kewenagannya diserahkan kepada tingkat nagari.

"Keberdaan KSB sangat bermanfaat. Meski sudah diserahkan kepada nagari pemerintah komitmen melakukan pembinaan agar kegiatan dan kelembagaannya terus eksis dan berkembang sehingga tujuan pembentukannya dapat terlaksana secara baik" jelas Bambang.

Bambang menambahkan, Agam merupakan satu dari delapan kabupaten kota di Indonesia yang mendapatkan program ini. Ia berharap program Strengthened Indonesia Resilience Reducing Risk From Disasters nantinya akan semakin memperkuat, serta memperkaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten 

"Kerjasama ini kedepannya bisa terlaksanan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat," (IF/AMC)

Satpol PP Agam Tertibkan Ribuan APK

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Agam, menertibkan ribuan Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2015. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Agam, Danil Defo, Senin (31/8) mengatakan, penertiban ini dilakukan atas permintaan KPU Kabupaten Agam dengan Nomor: 218/KPU-Kab.003435042/2015, karena telah masuknya tahapan kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2015.

"Atas dasar ini, segala bentuk informasi periklanan yang menampilkan pasangan calon dengan informasi yang mengarah kepada kampanye pasangan calon kita tertibkan," katanya.

Menanggapi surat itu, Satpol PP Kabupaten Agam langsung membentuk tiga tim dengan rincian yakni, satu tim untuk wilayah Agam bagian timur dan dua tim untuk wilayah Agam barat dengan masing-masing tim beranggotakan sebanyak 10 orang.

"Saat melakukan penertiban, memang ada keluar kata-kata masyarakat yang cukup pedih untuk didengar, karena banyaknya APK yang akan di tertibkan sehingga ada yang ketinggalan, masyarakat langsung mengatakan kalau personil menertibkan APK secara memihak," katanya.

Untuk itu, pihaknya menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak ada pemihakan dalam penertiban ini. Untuk APK yang tertinggal itu, bukan unsur disengaja tapi tidak kelihatan. Selanjutnya pihaknya berharap kepada masyarakat jika terdapat APK yang masih terpasang mohon bermurah hati membantu untuk membukanya.

Lebih jauh Danil mengatakan, bahwa saat ini masih dalam pembentukan tim terpadu untuk penertiban APK. Tim terpadu yang dibentuk dari berbagai instansi seperti, Polres Agam, Polres Bukittinggi, Kodim 0304 Agam, Satpol PP, KPU, Panwas dan Kesbang.

"Tim terpadu itu turun untuk menangani hal yang melanggar hasil pantauan Panwas yang belum sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (PKPU RI) No 7 tahun 2015 tentang penggunaan alat peraga kampanye," terangnya.

Saat ini, Panwas sedang melakukan pendataan kesetiap titik yang terdapat pelanggaran. Jika pendataan tersebut sudah selesai, maka tim terpadu langsung turun untuk melakukan penertiban. (Tam/AMC)

Disbudpar Agam Bina Kesenian Tradisional Tarik Minat Wisatawan

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Agam, melakukan pembinaan kesenian tradisional agar berkembang dengan baik dan menarik wisatawan ke daerah itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Agam, Hadi Suryadi di Lubuk Basung, Senin, mengatakan, pembinaan ini penting dilakukan agar kesenian tradisional itu dapat dilestarikan dan tidak hilang ditelah zaman. 

"Saat ini Kabupaten Agam memiliki banyak kesenian tradisional di setiap nagari," katanya.

Kesenian itu yakni,  kesenian talempong uwaiak-uwaiak, tari tupai janjang, tari indang tagak di Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, tarian alang suntiang pangulu di Kecamatan Sungai Pua.

Selain itu, tambua tansa, kasidah, salawat dulang, randai, pencak silat dan lainnya. 

Ini berdasarkan Undang-undang No 10 Tahun 2011 tentang Kepariwisataan. Ini bertujuan untuk melestarikan kesenian dan kuliner yang ada di setiap nagari.

"Dari 82 nagari yang ada, hampir semua memiliki kesenian tradisional dan kuliner yang khas tersendiri," katanya. (jon/AMC)

Minggu, 30 Agustus 2015

Silaturahmi Penting Dilakukan untuk Mendekatkan Diri Pada Kebaikan

Silaturahmi merupakan hal yang penting dilakukan ditengah-tengah masyarakat untuk mendekatkan diri kepada kebaikan. Hal tersebut seperti dilakukan masyarakat Jorong Aia Taganang, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, di masjid Nurul Falah Aia Taganang, Sabtu (29/8).

Silaturahmi tersebut dalam rangka tabliq akbar yang dihadiri oleh Bupati Agam Indra Catri, Ketua KAN Agam Yul Arnis, Dt Maleka Nan Tinggi, Camat Matur Herman, Wali Nagari Matua Hilia Nurhamdi serta masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Agam Indra Catri memberi apresiasi kepada masyarakat atas dilasanakannya silaturah ini. Menurut bupati, silaturahmi banyak manfaatnya baik untuk diri sendiri maupun ditengah-tengah masyarakat.

"Jadikan ini sebagai cambuk untuk menjalin kebersamaan dalam membangun kekeluargaan dan untuk memajukan nagari, kalau bukan kita yang akan memajukan nagari siapa lagi," katanya.

Selain itu, bupati juga tidak bosan-bosannya berpesan kepada masyarakat untuk mengajarkan anak bersilat, melatih bisa mengontrol diri dan membuat mereka bisa membuat lebih baik. Selanjutnya ajarkan anak mengajai untuk mejadi bekal kelak nanti, ajarkan pepatah petitih dan ajarkan anak kita memasak. 

"Sebagai mamak harus bisa menyempatkan diri untuk datang ke rumah kemenakan, pergi ke rumah kemenakan bukan untuk menghabiskan, tapi untuk melihat apa kemenakan kita sudah makan apa belum dan melihat kemenakan kita sehat apa tidak," kata Indra Catri.

Ketua KAN Kabupaten Agam, Yul Arnis Dt Maleka Nan Tinggi, mengatakan, saat ini sudah banyak ana-anak yang diajarkan silat mulai dari pendidikan PAUD hingga dewasa dan tari piring diatas pecahan kaca.

"Dengan mengajarkan mereka hal demikian, maka mental mereka untuk tampil dikeramaian makin meningkat, dan semakin percaya diri jika sering berlatih", katanya. (Tam/AMC)