KOLOM

Rabu, 27 Juli 2016

Wabup Agam: WTN Aksi Mengurai Masalah Transpotasi

Wakil Bupati Agam, Trianda Farhan Satria mengatakan, penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN), merupakan penyemangat terhadap langlah dan aksi dalam mengurai masalah transportasi di Kabupaten Agam.

"Pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan merupakan bagian dari urusan wajib pemerintah memberikan rasa aman, nyaman, tertib, lancar dengan selamat sampai tujuan kepada masyarakat selama melakukan perjalanan bagi pengguna jalan dan dicanangkan dalam Forum Lalu Lintas kabupaten dan provinsi," kata Trinda Farhan Satri saat memberikan sambutan penilaian WTN tingkat propinsi dan nasional di Aula Bappeda Agam, Rabu (27/7).
.
Untuk meningkatkan pelayanan di bidang perhubungan (Transpotasi Darat) tahun 2016, melalui APBD Kabupaten Agam mengalokasikan dana sebesar Rp40.315.955.000.

Anggaran tersebut dibagi lima peruntukan yaitu, pemenuhan sarana dan pembinaan penunjang keselamatan lalu lintas sebesar Rp3.841.172.000, termasuk DAK sebesar Rp304.043.000 untuk pengadaan rambu, cermin tikungan dan marka jalan, prasarana jalan sebesar Rp36.778.826.00 untuk kegiatan rehabilitasi jalan, jembatan serta peningkatan jalan dan jembatan.

Alat kelengkapan jalan dibangun pada tiga tahun terkhir diantaranya rambu sebanyak 970 unit, quardrail 680 meter dan marka jalan 4.528 m2.

Pelayanan angkutan umum kepada masyarakat telah dilayani 1.150 angkutan terdiri dari; angkuta kota sebanyak 127 unit, angkutan pedesaan sebanyak 698 unit, AKDP sebanyak 225 unit, AKAP sebanyak 88 unit dan AJKP sebanyak 12 unit.

Wabup berharap penilaian Wahana Tata Nugraha tahun 2016 sebagai momentum kerjasama yang baik disemua sector untuk memberikan corak dan langkah pembaharuan secara umum serta transportasi darat khususnya.

Sebelum itu, Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatikan Kabupaten Agam, Hilman, melaporkan, penilaian dilaksanakan selama dua hari yaitu Selasa (26/7) sampai Rabu (27/7). Penilaian ini melalui tiga tahap yaitu, tahap pertama pemeriksaan data-data lalu lintas, alat-lalat lalu lintas dan angkutan umum secara administrasi.

Tahap kedua dilakukan penilaian langsung kelapangan di terminal, tempat pengujian kendaraan bermotor, trotoar tempat pejalan kaki. Tahap ketiga akan diberikan rekomendasi dari ketua tim penilai apa yang sudah melakukan pemenuhan kekurangan dan memperbaiki kelemahan.

Tim penilaian berjumlah 10 orang terdiri dari lima orang dari provinsi dan lima orang Kementrian Perhubungan Republlik Indonesia dari unsur kepolisian dan perhubungan darat.

Pihaknya telah memperbaiki kelemahan dan kekurangan yaitu, pembenahan serta pengaspalan pelataran Terminal Antokan, pembenahan tempat penyeberangan di median jalan di 7 titik, penambahan dan penggantian rambu informasi jalan sebanyak 59 unit sebelumnya 556 unit menjadi 615 unit dan lainnya.

Ketua Tim Penilaian, Zulmahadli, mengatakan penilai WTN yang diikuti Kabupaten Agam dari klafikasi kota kecil dan bertujuan untuk membenahi transpotasi perkotaan yang lebih baik.

Setelah melakukan survey, tim memberikan rekomendasi beberapa hal yang masuk pemenuhan kekurangan dan perbaikan pada tahun 2016 seperti, penjelasan Kantor Terminal Antokan yang belum memiliki plang nama, masih ada ditemui angkutan umum yang belum memasang tujuan trayek di cermin belakang, masih ada yang belum memangkan logo perusahaan angkutan umum, masih ada trotoar yang belum diperbaiki, masih kurangnya halte tempat masyarakat menunggu kendaraan umum dan belum lengkapnya alat pengujian kendaraan angkutan umum.(andrew/amc)

Pemkab Agam Dukung Pelaksanaan Audisi IMS 2016

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto, menyambut baik dan mendukung pelaksanaan audisi Indonesia Model Search (IMS) 2016, karena ini dapat menampung kreatifitas anak dan diharapkan ini dapat diikuti oleh putra dan putri Agam sehingga meraih prestasi.

"Pemerintah Kabupaten Agam dalam hal itu Bupati Agam Indra Catri sangat mendukung dan merespon dilaksanakan kegiatan audisi ini dalam menampung bakat anak apalagi ini pertama dilaksanakan di Sumatera Barat," kata Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto saat konfrensi pers diruangnya di Lubuk Basung. Acara itu dihadiri Ketua Umum IMS Jerry Lawalata. 


Martias Wanto menambahkan, dilaksanakan audisi IMS ini diharapkan dapat mengangkat dan menampilkan adat, budaya dan kuliner di Kabupaten Agam, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi yang melihat pada ajang tersebut.

"Audisi IMS ini bebas dari intervensi-intervensi berbagai pihak sehingga anak-anak di Kota Lubuk Basung dapat kesempatan yang sama," harapnya

Hal ini telah dibuktikan pada IMS tahun 2015 di Kota Batam, dua orang putra Agam masuk nominasi ditingkat nasional atas nama Tazwa Sila Vigha (8) asal Batu Karak dan M. Hilman Syah (9) asal Cubadak di Kecamatan Lubuk Basung. "Walaupun keduanya membawa nama Kota Batam tetapi keduanya merupakan putra asli Kota Lubuk Basung Kabupaten Agam," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Model Search Jerry Lawalata mengatakan, kegiatan audisi IMS  tahun 2016 ini selain Kota Bukittinggi di Sumatera Barat juga dilaksanakan di 26 kota di Indonesia.

"Kita juga menginginkan anak-anak daerah datang dan tampil  dan  unjuk gigi di Jakarta, karena siapapun bisa menang pada ajang sehingga bisa berkreasi," tambahnya.

Audisi IMS ini ada dua kategori, pertama untuk junior A umur 7 tahun sampai 10 tahun dan junior B umur 11 tahun sampai 16 tahun.

"Mereka bisa menampilkan talenta apabila mereka lolos mereka juga akan dikarantina mental untuk dibentuk ," tambahnya. (jon/AMC)

Selasa, 26 Juli 2016

Pemkab Agam Matangkan Persiapan Jelang TdS

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan rapat finalisasi guna mematangkan pelaksanaan finis etape empat Tour de Singkarak (TdS) di objek wisata Lawang Adventure Prak Kecamatan Matur.

"Kita akan melaksanakan rapat dengan instansi terkait di aula kantor Bupati Agam, agar pelaksanaan berjalan lancar dan sukses" kata Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto di Lubuk Basung, Selasa.

Kegiatan ini menindaklajuti hasil rapat yang telah dilaksanakan pada 19 Juli 2016. Ini penting dilakukan karena daerah Kabupaten Agam selain menjadi lokasi finis pada etape empat. Agam juga dilewati peserta pada etape satu dan etape delapan.

"Pada TdS 2016 sebanyak delapan kecamatan akan dilalui peserta," katanya.

Kecamatan yang dilewati yakni, pada etape pertama pada Sabtu (6/8), melalui Kecamatan Baso. Lalu, etape empat dilaksanakan pada Selasa (09/8), melalui Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Tanjung Raya dan Kecamatan Matur.

Kemudian, pada etape delapan dilaksanakan pada Minggu (14/8), melalui Kecamatan Banuhampu, IV Koto dan Kecamatan Malalak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Dr. Indra, menambahkan, telah menyiapkan tim kesehatan dari puskesmas yang dilewati oleh peserta TdS, yakni, etape pertama Puskesmas Padang Tarok dan Puskesmas Baso.

Lalu untuk etape empat Puskesmas Tiku, Manggopoh, Lubuk Basung, Pasar Ahad, Maninjau dan Puskesmas Matur. Kemudian, etape ke delapan Puskesmas Padang Lua, IV Koto dan Puskesmas Malalak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agam, Hadi Suryadi menambahkan Kelok 44 merupakan ikon TdS pada 2016, karena Kelok 44 sebagai salah satu rute yang unik dan menantang bagi pebalap yang ikut dalam ajang ini.

"Kita juga melibatkan instansi terkait untuk melakukan pengaturan jalan, siaga bencana dan pemeliharaan jalan dan lainya.," kata Hadi Suryadi. (jon/AMC)

Tingkatkan Pengawasan, SMK I Lubuk Basung Pasang CCTV

Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri (SMKN) 1 Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tingkatkan pengawasan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) serta disiplin siswa di setiap ruangan kelas dengan cara memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV).

"Hal itu bertujuan agar lebih memudahkan pengawasan terhadap kalangan siswa saat proses belajar mengajar yang sedang berlangsung," kata Wakil Kepala Bagian Sarana SMKN 1 Lubuk Basung, Zedri Formen di Lubuk Basung, Selasa.
Kamera CCTV ini kita pasang di ruangan belajar, majelis guru, masjid, laboratorium, halaman dan lainnya.

"Ini juga kita pasang untuk mengatasi kasus pencurian yang rawan terjadi di sekolah, apalagi sekolah ini memiliki alat elektronik berupa komputer dan mesin las yang lumayan banyak," katanya.

Saat ini jumlah kamera CCTV yang dipasang sebanyak 48 unit dengan dana sekitar Rp100 juta. Dana ini berasal dari dana komite sekolah dan bantuan operasional sekolah (BOS).

"Pengadaan ke 48 unit kamera CCTV ini kita lakukan secara bertahap yang dimulai pada 2014. Saat ini SMKN 1 Lubuk Basung merupakan sekolah yang paling banyak memasang kamera CCTV di Agam," katanya.

Ia mengakui, pemasangan kamera CCTV ini sangat membantu sekali dalam mengatasi kasus pencurian karena terpantau kamera.

Selain itu, untuk memantau aktifitas siswa baik di dalam ruangan belajar, halaman sekolah dan saat pelaksanaan shalat. Bagi siswa yang melakukan kesalahan dan tidak mengakui perbuatannya, maka pihaknya akan melihatkan rekaman itu. (jon/AMC)
.