KOLOM

Jumat, 29 Mei 2015

Kado Terindah di Akhir Jabatan, Bupati Indra Catri Terima Opini WTP


Pemerintah Kabupaten Agam menerima laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumbar, atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2014 dan 2013. Pemkab Agam berhasil meningkatkan opini dari wajar dengan pengecualian (WDP) menjadi wajar tanpa pengecualian (WTP).

Opini hasil pemeriksaan tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumbar Betty Ratna Nuraeny, kepada Bupati Agam Indra Catri dan Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra, di Kantor BPK Perwakilan Sumbar, Jum'at (29/5) Padang.

Capaian opini WTP ini menjadi kado terindah di akhir masa jabatan Bupati Agam Indra Catri yang akan mengakhiri jabatan pada 26 Oktober mendatang.

"Terima kasih dan apresiasi atas apa yang telah diberikan kepada Pemkab Agam terhadap penilaian dari laporan keuangan pemerintah daerah 2014 dan 2013. Setelah empat tahun Pemkab Agam mendapatkan opini WDP. Alhamdulillah, berkat kerja keras, komitmen dan kerjasama tim pada tahun 2014 bisa mencapai WTP, ini kado terindah bagi kita semua dan sekaligus menjadi tantangan untuk terus dipertahankan," ungkapnya.

Pemkab Agam menurut Indra Catri, terus berkomitmen mewujudkan transparansi dan akuntabel dalam pengelolaan anggaran daerah, sehingga setiap tahun menyampaikan laporan keuangan pemerintah daerah untuk  diaudit BPK RI Perwakilan Sumbar. Rekomendasi yang diberikan juga langsung ditindaklanjuti dalam upaya penyempurnaan pengelolaan dan laporan keuangan setiap tahunnya.

Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra mengapresiasi atas capaian opini WTP yang diberikan untuk hasil pemeriksaan LKPD Pemkab Agam Tahun Anggaran 2014 dan 2013. Ketua DPRD yang ikut menerima hasil pemeriksaan BPK mengaku salut dan kagum atas usaha dan kesungguhan Bupati Agam terhadap capaian WTP.

"nPrestasi ini tidak lepas dari peran Bupati Indra Catri bersama seluruh tim pengguna anggaran dan jajaran DPRD yang telah membangun kebersamaan dan sinergisitas dalam penyusunan laporan yang transparansi dan akuntabel. Saya sangat bangga dengan capaian hasil opini WTP ini. Kami menyampaikan terima kasih atas apa yang telah diberikan," ucapnya.

Dengan prestasi tersebut, menurut Marga akan menjadi motivasi bagi jajaran Pemkab Agam dan DPRD Agam. Masukan yang diberikan  menjadi acuan penting dalam pelaksanaan pembangunan di daerah. Sehingga target pencapaian pembangunan yang diprogramkan Pemkab Agam terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sumbar Betty Ratna Nuraeny juga memberikan apresiasi atas kinerja yang dicapai oleh jajaran Pemkab. Agam yang menerima opini WTP dari hasil pemeriksaan LKPD tahun anggaran 2014 dan 2013. "Kita patut bangga atas usaha yang dilakukan oleh Pemkab Agam dalam mengejar WTP ini. Untuk tahun 2014 Agam naik ranking dari WDP menjadi WTP," terangnya.

Betty juga berharap agar DPRD dapat menindaklanjuti informasi yang disampaikan sesuai kewenangan BPK dengan ketentuan dan perundang-undangan. Di samping itu,  menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan dari hasil pemeriksaan. Selain Kabupaten Agam, WTP juga diraih oleh Kabupaten Padangpariaman dan Kota Bukittinggi. (IF/AMC)

Baznas Agam Kembali Gelontorkan Zakat Rp724 juta


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyalurkan zakat sebesar Rp724.595.000 untuk 549 mustahik atau penerima zakat yang tersebar di 16 kecamatan di daerah itu. 

"Penyaluran ini sesuai proposal yang diajukan ke Baznas Kabupaten Agam. Setelah itu, Baznas Agam menurunkan tim dan dilakukan sidang verifikasi," kata Ketua Baznas Kabupaten Agam Isman Imran, disela-sela penyerahan zakat di Masjid Nurul Fallah Lubukbasung, Jum'at (29/5). 

Seperti biasanya, penyaluran zakat tersebut menurut Isman Imran akan dilakukan pada 29 sampai 30 Mei dengan lokasi yang berbeda. 

"Pada hari ini kita menyalurkan di Masjid Nurul Falah Lubukbasung yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah. Dana yang diberikan sebesar Rp246.600.000 untuk 226 mustahik yang tersebar di lima kecamatan yakni, Kecamatan Ampek Nagari sebesar Rp47.780.000 untuk 63 mustahik, Kecamatan Lubukbasung sebesar Rp108.625.000 untuk 78 mustahik," katanya.

Lalu, Kecamatan Palembayan sebesar Rp37.530.000 untuk 35 mustahik, Kecamatan Tanjung Mutiara sebesar Rp15.700.000 untuk 15 mustahik dan Kecamatan Tanjung Raya sebesar Rp36.965.000 untuk 35 mustahik.

Sementara pada Sabtu (14/3), penyaluran dilakukan di kantor Cabang Baznas Kabupaten Agam di Belakang Balok Bukittinggi dengan jumlah dana sebesar Rp477.500.000 untuk 323 mustahik yang tersebar di 11 kecamatan. 

Ke 11 kecamatan itu, tambah dia, Kecamatan Banuhampu sebesar Rp27.500.000 untuk 24 mustahik, Kecamatan Palupuh sebesar Rp22.000.000 untuk 11 mustahik, Kecamatan Ampek Angkek sebesar Rp57.770.000 untuk 45 mustahik.

Sedangkan di Kecamatan Tilatang Kamang sebesar Rp59.425.000 untuk 32 mustahik, Kecamatan Kamang Magek sebesar Rp72.325.000 untuk 42 mustahik, Kecamatan Sungai Pua sebesar Rp51.975.000 untuk 33 mustahik.

Adapun untuk Kecamatan Canduang sebesar Rp45.750.000 dibagikan kepada 51 mustahik, Kecamatan Ampek Koto sebesar Rp51.000.000 untuk 28 mustahik, Kecamatan Malalak sebesar Rp21.550.000 untuk 18 mustahik, Kecamatan Baso sebesar Rp25.375.000 untuk 19 mustahik dan Kecamatan Matur sebesar Rp43.325.000 untuk 20 mustahik.

Terkait dengan itu, Isman Imran menambahkan penyaluran zakat sebesar  Rp724.595.000 ini sesuai dengan program Baznas Kabupaten Agam yakni, Agam Makmur sebesar Rp270.935.000 untuk 137 mustahik, Agam Cerdas sebesar Rp290.680.000 untuk 329 mustahik, Agam Sehat sebesar Rp23.280.000 untuk sembilan mustahik dan Agam Peduli sebesar Rp139.700.000 untuk 74 mustahik.

Baznas Kabupaten Agam selama Januari sampai Mei 2015 telah menyalurkan zakat sekitar Rp3 miliar lebih. Sementara dana zakat infak dan sedeqah yang berhasil dihimpun sekitar Rp3,1 miliar. 

"Kita berharap zakat ini bisa membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan keuangan rumah tangga, sehingga kemandirian masyarakat 

Sementara itu, Bupati Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Syafirman, berharap kepada para mustahik agar dapat memanfaatkan dan menggunakan dana zakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan dari syariat Islam dalam penggunaan dana yang telah diterima.

"Dengan zakat yang disalurkan dapat sebagai modal untuk membuka usaha rumah tangga, karena zakat yang diberikan diantaranya melalui program Agam Peduli dan Agam Makmur dengan sasaran agar para mustahik bisa menjadi mandiri," kata Syafirman. (IF/AMC)


Kamis, 28 Mei 2015

Sekda Harapkan Rakerda KKBPK Jalin Kerjasama


Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman mengatakan, Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) harus bisa menghasilkan kerja sama, koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi antara berbagai stakeholder sesuai fungsi dan tanggung jawabnya.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah dalam membacakan sambutan bupati saat membuka Rakerda KKBPK tahun 2015 tingkat Kabupaten Agam, Kamis (28/5) di aula kantor bupati setempat, Lubuk Basung.

Menurut Syafirman, problematika kependudukan cenderung berimplikasi kepada bagaimana mewujudkan kualitas manusia yang tercakup ke dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), diantaranya peningkatan usia harapan hidup, partisipasi sekolah dan kualitas pendidikan serta peningkatan pendapatan melalui kesempatan bekerja.

"Disinilah seringkali munculnya berbagai masalah. Baik secara sosial kehidupan bermasyarakat hingga masalah lingkungan dan alam," katanya. 

Syafirman menambahkan, menyikapi hal tersebut pemerintah setempat terus melakukan upaya dan langkah nyata dalam menangani masalah tersebut. Sehingga, berkat kerja keras dan komitmen itu, pemerintah pusat memberikan penghargaan "Manggala Karya Kencana" kepada Bupati Agam sebagai bukti kesungguhan dalam mengelola program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

"Untuk itu perlu kerjasama yang berkelanjutan dari seluruh stakeholder terkait dalam mensukseskan Program KKBPK agar tercapainya sasaran RPJMD," harapnya.

Terkait hal itu, Kepala BPPKB Kabupaten Agam Retmiwati dalam laporannya, mengatakan tahun 2015 pihaknya secara intensif dan berkesinambungan juga akan mempromosikan kebijakan pemerintah dalam upaya pengendalian kuantitas penduduk melalui program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. 

"Kita akan menyusun langkah-langkah kongkrit dalam mensinergikan kebijakan pembangunan kependudukan dan KB serta pembangunan sektor terkait dengan meminta dukungan dari stakeholder terkait dan mitra kerja," terangnya.

Peserta yang mengikuti kegiaran Rakerda tersebut adalah dari kepala SKPD terkait, camat se-Agam, kepala UPT KB, kepala puskesmas dan BPPKB. Menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Indra, Kepala BPJS Cabang Bukittinggi MB. Sjahjadi, Kepala Bapedda Erniwati dan Kabid Keluarga Sejahtera BPP-KB Masirin. (IF/AMC)

Rabu, 27 Mei 2015

Agam Ikuti Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilukada


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Agam mengikuti sosialisasi tentang pengawasan partisipatif yang dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat, tokoh masyarakat dan pemilih pemula, Rabu (27/5) di aula Panti Muhammadiyah Putra Lubuk Basung.

Ketua Panwaslu Kabupaten Agam Elvys saat dimintai keterangan, mengatakan sosialisasi yang dilaksanakan saat ini merupakan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Bawaslu Propinsi Sumatera Barat.

"Kita di sini memfasilitasi kegiatan Bawaslu Sumatera Barat dalam melaksanakan sosialisi Pengawasan Partisipatif," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi yang diundang berasal dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyrakatan, pemerhati Pemilu dan juga alim ulama serta dihadiri Ketua KPU Kabupaten Agam.

Dia menambahkan Sosialisasi yang dilaksanakan bertujuan untuk mengajak masyarakat ikut serta mengawasi jalanya Pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan pada bulan desember mendatang.

Sedangkan bagi pemula diharapkan ikut serta berperan aktif dalam pelaksanaan pilkada mendatang. Dengan adanya sosialisi ini semua lapisan ikut serta dalam pelaksanaan pemilukada mendatang.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sumbar Eliyati sekaligus sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut, berharap dengan sosialisasi yang diberikan ini Bawaslu bersama organisasi dan tokoh masyarakat bisa meningkatkan peran serta masayrakat dalam menggunakan hak pilih sebagai pemilih yang cerdas. 

"Peran bawaslu adalah mengamati, mengkaji, memeriksa dan menilai proses penyelenggaraan pemilu secara transparan dan sukses," katanya.

Eliyati menambahkan, pada pemilukada tahun ini di Sumbar ada sebanyak 13 bupati/walikota dan satu pemilukada gubernur yang akan digelar serentak. Dijelaskannya, total daerah yang akan mengikuti pemilukada se-indonesia adalah sebanyak 100 kabupaten/kota. "Kita berharap dengan pelaksanaan pemilukada serentak ini bisa lebih sukses lagi dalam menggunakan hak pilih sebagai pemilih yang cerdas," pintanya. (IF/AMC)