KOLOM

/>

Rabu, 26 November 2014

Agam Menjadi Destinasi Sentral Kerajinan


Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno mengapresiasi pengrajin Kabupaten Agam yang semakin inovatif dan banyak memiliki koleksi, motif dengan tren pasar, sehingga nantinya mampu bersaing dengan pasar bebas 2015.

"Kita apresiasi kepada pengrajin Kabupaten Agam yang semakin inovatif dalam membuat suatu hasil kerajinan baru tanpa menghilangkan bentuk aslinya, seperti kerajinan kuningan dan perak," kata Ny. Nevi saat mengunjungi pengrajin Agam di Lawang Park Kecamatan Matur, Rabu (26/11).

Menurutnya, hasil kerajinan perak dan kuningan merupakan salah satu kerajinan yang sangat diminati, karena selain harganya tidak terlalu mahal, perak dan kuningan pun mudah didapat di pasaran.

"Kita berharap, kerajinan home industry (rumah industri) bisa menjadi manufacturing industry (pabrikan industri), sehingga nantinya mampu bersaing dengan pasar bebas pada 2015," harapnya.

Ny. Nevi juga bangga karena semakin banyaknya permintaan pasar terhadap hasil kerajinan Kabupaten Agam. Ini membuktikan bahwa kualitas dan kuantitas kerajinan Agam cukup bagus. Hal itu tentunya membuat penghasilan para perajin juga semakin meningkat. "Kita yakin, Agam mampu mempertahankan marwah Sumatera Barat sebagai sumber kerajinan terbesar di Indonesia," tegasnya. (IF/AMC)


Ketua Dekranasda Sumbar Kunjungi Pengrajin Agam


Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Irwan Prayitno, mengunjungi pengrajin Kabupaten Agam. Kedatangan tersebut dalam rangka sinergi pembinaan terhadap produk-produk unggulan yang ada di daerah itu.

"Disamping memberikan pembinaan dan motivasi, kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung hasil produk-produk yang telah dibuat oleh para pengrajin, sehingga menjadi produk unggulan bagi di masing-masing daerah," kata Ny. Nevi Irwan Prayitno dalam sambutannya saat kunjungannya, di Lawang Park Kecamatan Matur, Rabu (26/11).

Kata Ny Nevi Irwan Prayitno, Kabupaten Agam dikenal dengan daerah yang kaya akan kerajinan. Mulai dari sulaman tangan, emas, perak, hingga kuningan.

Berbagai produk unggulan pengrajin Kabupaten Agam yang di pamerkan di aula Lawang Park tersebut, mendapat perhatian khusus oleh Tim Dekranasda Sumbar, seperti keindahan sulaman tangan suji cair, kerajinan kuningan yang melambangkan rumah gadang Minangkabau.

Ny. Nevi Irwan Prayitno menjelaskan, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) pengrajin merupakan salah satu penyebab terhambatnya perkembangan hasil kerajinan di pangsa pasar.

Meski demikian, menurutnya Kabupaten Agam sudah bisa mengatasi hal tersebut. Ny Nevi Irwan Prayitno mengapresiasi kepada Dekranasda Agam yang tiada henti memberikan pembinaan kepada para pengrajin. Alhasil, kerajinan sudah memakai teknologi dan sesuai perkembangan zaman tanpa menghilangkan bentuk aslinya. 

Pihaknya berharap para pengrajin kedepannya mampu meningkatkan kualitas produk unggulan daerahnya, agar tidak kalah dengan produk–produk lainnya. Serta mampu bersaing terutama dalam menghadapi  pasar bebas  tahun 2015 nanti. Khusus kepada pengrajin, agar menurunkan keahliannya kepada keluarga agar tetap terjaga dan lestarinya muatan lokal yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Agam Ny. Vita Indra Catri, menyampaikan terimakasih atas kunjungan rombongan Dekranasda Sumbar ke Kabupaten Agam yang tentu menjadi motivasi bagi pengurus Dekranasda, terutama bagi pengrajin. "Kita sangat bersyukur dengan adanya kunjungan ini, karena bisa memberikan semangat dan motivasi bagi kita Dekranasda dalam memberikan pembinaan secara berkelanjutan," katanya.

Ny. Vita menambahkan, pihaknya akan terus menunjukkan peran sertanya meningkatkan kualitas maupun kwantitas produk unggulan Kabupaten Agam menghadapi persaingan pasar  yang semakin ketat. (IF/AMC)


Nilai Ujian TKD CPNS Agam Langsung Diumumkan

Nilai ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) mengunakan Computer Assited Test (CAT), untuk seleksi CPNS di Kabupaten Agam tahun 2014langsung diumumkan secara online, sehingga peserta bisa melihat hasilnya di monitor yang telah disediakan panitia.

Kasubag Pengadaan dan Penempatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Agam, Adrinal mengatakan, sebanyak 20 dari 38 peserta ujian seleksi CPNS sesi pertama di Kabupaten Agam, dapat melewati nilai ambang batas yang ditetapkan.

"Batas nilai yang ditetapkan tersebut maksimal 72 % untuk tes karakteristik pribadi dengan jumlah soal 35, passing gradenya 126," katanya.

Nilai untuk tes intelegensia umum dengan jumlah soal 30, pasing gradenya 75 dengan nilai maksimal 50 %. Untuk tes wawasan kebangsaan 40 % dengan jumlah soal 35 dan pasing gradenya 70.

Pada sesi kedua diikuti sebanyak 40 peserta. Namun yang berhasil melewati nilai ambang batas hanya 16 peserta. Sementara sesi ke tiga diikuti sebanyak 39 peserta dan yang berhasil melewati ambang batas nilai hanya 16 peserta, satu peserta lagi berhalangan karena terhambat longsor di Kelok 10.

Sedangkan sesi ke empat, peserta yang mengikutinya sebanyak 33 orang dari 40 peserta, 6 diantaranya terlambat dan satu orang mengundurkan diri.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan, peserta seharusnya datang lebih awal, biar tidak ada halangan dijalan. Sebab bagi peserta yang telat tidak diperkenankan memasuki ruangan CAT untuk mengikuti ujian.

Saat itu, bupati juga meninjau kesiapan kondisi peralatan ujian yang didampingi Kepala BKD Agam Dafrines. Bupati mengatakan kondisi peralatan cukup baik dan pengamanan juga sangat lengkap. (Tam/AMC)

38 CPNS Ikuti Tes CAT TKD di Agam


Sebanyak 38 peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Agam, mengikuti Tes Kompetisi Dasar (TKD) dengan sistim Computer Assisted Tes (CAT), di SMAN 2 Lubuk Basung, Rabu (26/11).

Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Penempatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Agam, Adrinal mengatakan, dari 40 peserta untuk ujian sesi pertama, hanya hadir sebanyak 38 orang.

"Setelah di konfirmasi kepada dua orang peserta ini, kita mendapat kabar bahwa satu orang sedang dirawat di rumah sakit dan satu orang lainnya menyatakan mengundurkan diri," kata Adrinal.

Adrinal mengatakan, seleksi ini berlangsung selama 90 menit dan peserta dapat melihat hasil ujian setelah mengikuti ujian pada monitor komputer masing-masing.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Agam, Dafrines menjelaskan, setiap peserta akan mengikuti beberapa tahapan seperti, registrasi, semua barang bawaan dititipkan di tempat panitia kecuali nomor ujian, KTP dan pensil.

Setelah itu, peserta mendapatkan arahan bagaimana tata cara pelaksanaan ujian CAT. (Tam/AMC)

Berita

Popular Posts