#
Headlines News :

.

.

Pesona Agam

Pesona Agam

Masyarakat Dihadang Kelangkaan Air Bersih



Kasra Scorpi
Oleh : Kasra Scorpi 
Setiap tanggal 22 Maret masyarakat dunia memperingati hari air sebagai upaya menggugah dan meningkatkan kesadaran manusia terhadap pentingnya air tawar dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya air dalam kehidupan merupakan realita yang telah dibuktikan sejarah, manusia purba zaman "antah barantah" menjalani kehidupan pada lokasi-lokasi di pinggir sungai agar mudah mendapatkan air untuk dikonsumsi.

Pusat-pusat kebudayaan tertua di dunia juga berkembang pada kawasan aliran sungai, seperti kebudayaan Mesopotamia pada sungai Euprat dan Tigris, kejayaan Mesir pada sungai Nil, India di lembah sungai Hindus, Cina di sepanjang aliran sungai Hoangho.

Begitupun kerajaan-kerajan tua dan besar di Indonesia berada di pinggir sungai, sebut saja Kutai di tepi sungai Mahakam, Mojopahit pada sekitar Bengawan Solo, Sriwijaya pada sungai Musi, sampai kinipun masih banyak pemukiman berada pada kawasan sungai dengan harapan masyarakatnya mudah mendapatkan air yang kondusif untuk keperluan hidup.

Namun kini masyarakat dunia tengah dihadapkan kepada kondisi air yang semakin memburuk, secara kuantitas kondisi air bagaikan lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang, " Musim kemarau tak sbrapa airmu, dimusim hujan air meluap sampai jauh", secara kualitas kandungan air semakin banyak dengan material berbahaya, limbah industri, rumah tangga dan sebagainya.

Di berbagai tempat sering kedengaran warga masyarakat dihadang kelangkaan air bersih untuk minum, cuci, kakus dan keperluan lain, sementara berbagai satwa air mengalami kepunahan dan terancam.

Justru itu, utuk mengingatkan kita semua, hari air tahun 2017 ini mengangkat tema"Wastewater" atau "Air Limbah". Tema yang tepat, apalagi saat ini, 80 persen air limbah rumah tangga, kota, industri dan pertanian di seluruh dunia dibiarkan mengalir kembali ke alam tanpa diolah atau digunakan kembali, dan pada akhirnya mencemari lingkungan dengan segala dampak yang ditimbulkanya.

Pembuangan limbah ke alam terbuka tidak saja merusak kualitas air tapi juga merusak kestabilan besar kecilnya air di permukaan tanah, sehingga sering menimbulkan banjir dan kekeringan akibat saluran air yang tersumbat, seperti yang terjadi di banyak kota.

Sementara itu kebiasaan masyarakat membuang limbah ke alam terbuka secara langsung atau tidak langsung, dengan sengaja atau melalui kegiatan usaha masih tinggi, baik limbah kotoran manusia, kotoran hewan, residu pestisida akibat usaha perikanan, kimia dan sebagainya.

Kondisi demikian merambah sampai ke daerah-daerah kita yang kaya dengan hutan dan sumber daya air, sehingga banyak air sungai, waduk maupun danau yang berada dalam kondisi memprihatinkan.

Sebagai contoh, pada wilayah Sumatra Barat, air danau Maninjau sedang dalam kondisi tercemar parah, "didakwa" terdapat 50 juta kubik limbah berbahaya di danau ini, 95 persen merupakan limbah dari usaha perikanan darat keramba jala apung(KJA).

Sebagai solusi dan tindakan antisipatif bahaya limbah terhadap pencemar air, masyarakat perlu disadarkan akan pentingnya prilaku baik dalam pembuangan limbah melalui upaya edukasi, regulasi, termasuk tindakan represif terhadap pelanggar.

Yang tak kalah penting meningkatkan dan memperbanyak penggunaan teknologi Instalasi pengolahan air limbah(wastewater treatment plant).

Kata Guy Ryder, Ketua UN-Water dan Direktur Jenderal International Labour Organization, "Kita tidak seharusnya melihat air limbah sebagai sesuatu yang bisa diabaikan atau dibuang. Sebaliknya, kita harus melihatnya sebagai sumber daya berharga yang dapat memberikan manfaat pada manusia dan lingkungan"
Tentu saja dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi***

Bupati Agam Temu Ramah dengan Wartawan

Bupati Agam H. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah, menggelar temu ramah dengan para wartawan dari berbagai perwakilan media, baik cetak, elektronik maupun online, Senin (27/3) di rumah dinas bupati, di Lubuk Basung.

Bupati Indra Catri, Dt. Malako Nan Putiah, mengatakan, ramah tamah sekaligus silahturahmi tersebut dalam rangka mempererat hubungan pemerintah dengan para wartawan, sebagai patner dan mitra dalam mempublis, serta mengawal atau pun mengawasi setiap program pemerintah Kabupaten Agam.

"Tidak mungkin bisa berbuat banyak tanpa ada dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk rekan-rekan pers," kata bupati.

Terkait peranan pers dalam menyajikan berita, bupati juga berpesan agar insan-insan pers tetap menyajikan berita-berita berkualitas, objektif, faktual dan berimbang, dan dapat memberikan informasi kepada masyarakat lebih sejuk dan dinamis, serta memiliki daya tarik dan inovasi baru dari setiap tampilan-tampilan dari media tersebut, sehingga menarik bagi publik untuk dibaca. 

"Apalagi dewasa ini semua informasi sudah bisa diakses. Semua orang bisa memberitakan dan mengaktualisasikan dirinya melalui media sosial," terang bupati.

Sementara itu, Ketua PWI Agam, Lukman, menambahkan, peranan wartawan dituntut profesional, standar wartawan antara lain Orientasi dan Uji Kopetensi Wartawan, untuk itu PWI sebagai wadah untuk menjadikan wartawan yang profesional.

"Profesional wartawan itu diawali dengan profesional wartawan itu sendiri‎, bagaimana membuat wartawan itu agar lebih baik tergantung dari wartawan dalam menjalankan tugasnya," jelasnya. (IF/AMC)


Wabup Agam Buka O2SN Tingkat SD

Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD tingkat Kabupaten Agam resmi digelar oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Jum'at (24/3).

Kegiatan yang dilangsungkan di Lapangan Bola Batu Taba Kecamatan Ampek Angkek dibuka resmi Wakil Bupati Agam Trinda Farhan dan dihadiri lebih dari ratusan orang dari unsur Kepala SD, Kepala UPT Pendidikan kecamatan, sejumlah wasit dan official, peserta lomba serta suporter dari masing-masing kecamatan.

Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan dalam sambutannya menyampaikan pesan agar segenap atlit memanfaatkan kesempatan O2SN ini dengan sebaik-baiknya untuk menggali potensi diri yang ada, bertanding dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas serta rasa kebersamaan.

"Semoga ini menjadi ajang bagi anak kita dalam membangun nilai kebersamaan diantara para atlet.

Dengan harapan generasi muda bisa terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba dan lainnya. O2SN ini juga dapat menjadi ajang pembinaan generasi muda yang sehat dan berprestasi," jelas wabup.

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Ampek Angkek, Ariyetman selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, O2SN 2017 ini mempertandingkan lima cabang olahraga untuk SD antara lain atletik, renang, pencak silat, karate, bulu tangkis.

Dengan jumlah peserta 368 orang, yang terdiri dari 192 atlet, 162 pelatih dan 16 orang official.

"Tujuan dari kegiatan O2SN ini adalah meningkatkan kecakapan kolaboratif dan kooperatif, kesehatan jasmani, mutu akademis, menciptakan kondisi kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggungjawab, mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa utamanya di Kabupaten Agam," katanya.

Acara yang akan dilaksanakan hingga Minggu, 26 Maret ini akan mengantarkan para pemenang di masing-masing cabang olahraga untuk mewakili Kabupaten Agam di tingkat Provinsi Sumbar yang akan dihelat pada bulan Mei mendatang di Kota Padang. (IF/AMC)

 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center