KOLOM

/>

Selasa, 23 September 2014

BNPB Pusat Gelar Pertemuan dengan BPBD Agam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) pusat melalui PT. Phibitha Kalam Wijaya, melakukan pertemuan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, mengenai menitoring dan mensosialisasikan bencana tsunami di daerah itu.

Pertemuan dihadiri langsung Kepala BPBD Agam Bambang Warsito, Kabid di BPBD Kabupaten Agam, bertempat di ruangan kantor BPBD Kabupaten Agam, Selasa (23/9).

Kepala BPBD Kabupaten Agam Bambang Warsito menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan monitoring dan sosialisasi bencana tsunami yang dilakukan PT Phibitha Kalam Wijaya di Kabupaten Agam.

"Kita berharap dengan adanya monitoring dan sosialisasi yang dilaksanakan oleh PT. Phibitha Kalam Wijaya, menjadi masterplan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana tsunami," katanya.

Asisten Ahli Hukum PT Phibitha Kalam Wijaya, Yahyah Zen mengatakan, minitoring ini dilakukan di Kabupaten Agam, Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman dan Padang.

Dia menambahkan, tujuan pelaksanaan ini untuk mensosialisasi konsep sistem informasi kesiapsiagaan bencana tsunami, pendampingan TIM DED dan TIM peta jalur evakuasi, pengumpulan data dan informasi kegiatan pada tahun 2013 dan progres kegiatan tahun 2014. (Jon/AMC)

Polres Agam Gelar Sosialisasi Narkoba di Garagahan

Kepolisi Resort (Polres) Agam, mengelar sosialisasi tentang penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja berlalu lintas bagi warga Garagahan di lapangan kantor Wali Nagari Garagahan, Kamis (25/9).

Kegiatan itu, dapat respon yang positif dari Wali Nagari Garagahan Firmandaus, Sag, Dt Nagari Basa, karena banyak generasi muda yang terpengaruh terhadap penyalahgunaan narkoba dan kebut-kebutan.

"Kita sangat bersyukur dengan diadakan kegiatan ini di Nagari Garagahan dan kita berharap kegiatan ini diadakan setiap tahunnya," kata Firmandaus. 

Pihak nagari, katanya, sudah menerima undangan dari Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Agam. Undangan ini akan ditindak lanjuti ke setiap jorong di lingkungan Nagari Garagahan.

Dia mengatakan, peserta pada kegiatan ini dihadiri oleh generasi muda dan pelajar karena mereka sangat rentan terpengaruh dengan kenakalan remaja itu.

"Untuk mengantisipasi ini, dari sekarang kita bina mereka agar tidak terjerumus pada narkoba dan kebut-kebutan," katanya. (Tam/AMC)

Nagari Garagahan Adakan Sosialisasi Pemilihan Jorong


Nagari Garagahan, Kabupaten Agam, akan melaksakan sosialisasi teknis untuk menyepakati sistem pembentukan pemilihan wali jorong periode 2014-2020.

Wali Nagari Garagahan, Firmandaus, Sag, Dt Nagari Basa, di ruang kerjanya, Selasa (23/9), mengatakan, sosialisasi ini untuk penetapan pemilihan wali jorong, pembentukan panitia pemilihan dan lainnya.

"Sosialisasi ini akan diadakan pada Oktober 2014 dengan peserta sebanyak 170 peserta. Mereka ini merupakan utusan 17 dusun di Nagari Garagahan dan masing-masing dusun mengutus sebanyak 10 orang," kata Firmandaus. 

Saat ini, kata Firmandaus, belum ada satupun bakal calon wali jorong yang bermunculan. Namun pihaknya berharap calon wali jorong ini merupakan orang yang bertanggung jawab untuk melayani masyarakat, agar masyarakat tidak mengalami kekecewaan nantinya.

"Jika ada usaha sampingan, maka wali jorong ini mengutamakan tanggung jawab pada masyarakat, karena terpilihnya wali jorong ini merupakan kepercayaan dari masyarakat," katanya. (Tam/AMC)

Agam Turunkan Tim Awasi Peredaran Barang dan Jasa

Add caption
Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam, Sumatera  Barat menurunkan tim monitoring guna melakukan pengawasan terhadap peredaran barang dan jasa yang beredar di daerah itu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam Adrinal, Selasa (23/9), mengatakan, tim ini berasal dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Agam Polres Agam, Dinas Kesehatan dan Satpol PP, PWI dan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Agam.

Tambah Adrinal, pentugas gabungan ini akan melakukan pemantauan di pasar tradisional, pangkalan minyak tanah, toko bahan bangunan, supermarket dan lainnya.

"Ini bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap peredaran barang yang telah kadaluarsa (expayer) dan harga barang," katanya

Saat ini pihaknya selalu mengintesifkan pengawasan peredaran barang dan jasa dengan menurunkan para petugas gabungan dari berbagai istansi terkait.

"Kita menargetkan tahun 2014 menurunkan para petugas gabungan sebanyak 10 kali, sampai saat ini baru enam kali yang telah terlaksana. Sementara untuk pemantauan harga di pasar tradisonal dilakukan setiap minggunya," katanya. (jon/AMC)

Berita

Popular Posts