#
Headlines News :
Home » » Dinas Pertanian Himbau Masyarakat Waspadai Rabies

Dinas Pertanian Himbau Masyarakat Waspadai Rabies

Written By JONATA RAMADAN on Kamis, 26 Januari 2017 | 1/26/2017 03:28:00 PM

Dinas Pertanian Kabupaten Agam menghimbau pemilik Anjing, Kucing dan Kera untuk dapat mengikat ternaknya karena sewaktu-waktu akan dilaksanakan pemusnahan hewan liar atau eliminasi.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Afdhal di ruang kerjanya, Kamis (26/1), menerangkan," untuk mengantisipasi warga dari gigitan hewan liar dan penyebaran rabies diharapkan pemilik Anjing, Kucing dan Kera agar mengikat dan segera menvaksinkan hewan kesayangannya kepada petugas kesehatan hewan  (keswan) setempat, karena  hewan liar seperti Anjing, Kucing dan Kera yang tidak diikat (lepas) dianggap liar".

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Dr. Indra di Lubuk Basung, Kamis (26/1). satu tahun terakhir pihaknya menerima sedikitnya 233 kasus gigitan Anjing di Agam. Angka ini dinilai termasuk tinggi diakhir tahun 2016.

"Kasus gigitan Anjing di Kabupaten Agam berdasarkan laporan dari petugas Puskesmas di 16 kecamatan tahun 2016 tercatat sebanyak 233 kasus yang terkena gigitan hewan liar,  143 orang telah diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR)  dan sebanyak 5 orang mendapatkan Serum Anti Rabies (SAR), sisanya 85 orang hanya terkena gigitan biasa tidak terjangkit rabies" ungkapnya.

Terkait adanya kasus gigitan anjing ini, Pemerintah Kabupaten Agam sudah memberikan VAR kepada yang terkena rabies, khusus pemberian SAR untuk pasien dirujuk ke Rumah Sakit di Singapura karena stok SAR belum tersedia di Indonesia.

"Dikarenakan tidak adanya stok SAR di Indonesia khususnya Kabupaten Agam, maka kami telah merujuk  5 (lima) orang di tahun 2016 ke Singapura untuk mendapatkan Serum Anti Rabies (SAR) dan pada tahun ini sudah terdata 1 (satu)  orang yang dirujuk ke Singapura," ungkapnya.

Untuk membantu kelancaran berobat pasien mendapatkan SAR ke Singapura, pihaknya bekerjasama dengan BAZNAS Kabupaten Agam.

"Pihaknya sangat berterimakasih kepada BAZNAS Agam yang telah membantu dan mempermudah pasien," katanya

Apakah Rabies itu,

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem syarat pusat. Penyakit ini bersifat zoonosis, artinya penyakit yang dapat menular ke manusia, sangat berbahaya karena apabila gejala klinis sudah timbul maka tidak ada obatnya dan selalu diikuti dengan kematian.

Hewan pembawa / penular rabies adalah: 
1. Anjing
2. Kera
3. Kucing
4. Kelelawar.

Bagaimana cara penularan rabies :
1. Virus Rabies masuk kedalam tubuh manusia atau hewan melalui.
    - Luka gigitan oleh hewan penderita rabies
    - luka yang terkena air liur hewan penderita rabies.

2. Begitu memasuki tubuh, virus berjalan melalui pembulubh syaraf. Target utamanya adalah otak dan sumsum tulang belakang (spinal cord),  menyebabkan peradangan pada otak sehingga otak tidak dapat mengembalikan fungsi tubuh hingga menyebabkan kematian.

Tanda-tanda rabies pada hewan :
Ada dua macam gejala rabies
1. tanda-tanda rabies ganas
   - Tidak lagi menurut perintah majikan
   - Air liur berlebihan.
   - Mata merah temperamen galak, mudah terkejut.
   - Hewan menjadi ganas, menyerang atau mengigit apa saja yang ditemui    
   - ekor dilengkungan di bawah perut antara dua paha.
   - Kejang setelah 4-7 hari sejak timbul gejala atau paling lama 14 hari setelah  pengigitan.

2. Tanda-tanda rabies tenang
   - Bersembunyi ditempat gelap dan sejuk
   - Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tak terlihat.
   - Kelumpuhan, tidak mampu menelan, mulut.
      terbuka ada air liur keluar berkelebihan.
   - kematian terjadi dalam waktu singkat.

Pengendalian dan pemberantasan rabies :
1. Kandangkan hewan peliharaan jangan dibiarkan kontak dengan anjing liar dan rawatlah                       dengan baik.
2. Vaksinasi hewan peliharaan dan bawalah anjing, kucing dan kera ke puskeswan/klinik hewan  atau dokter hewan terdekat untuk divaksinasi 1 tahun sekali.
3. Lakukan sterilisasi hewan peliharaan 
4. Lakukan peracunan anjing liar (eliminasi) berkoordinasi dengan Instansi terkait.

Penanggulangan Rabies:
1. Hewan diduga rabies.
   - Melapor ke Dinas Pertanian Kabupaten Agam.
   - Hewan harus diikat dan dilakukan observasi selama 14 hari.
   - Jika hewan mati dalam masa observasi spesimen harus diperiksa ke laboratorium.
   - Jika hewan  tersebut masih hidup setelah dilakukan observasi dapat dilakukan  vaksinasi.

2. Manusia yang digigit.
   - Penderita harus dibawa ke puskesmas terdekat.
   - Cuci bekas luka gigitan dengan air mengalir dan bersih kurang lebih 10 menit.
   - Olesi dengan obat merah atau alkohol 70 persen.
   - Penderita diberikan pengobatan anti rabies (Anti Lyssa) sedini mungkin.

(Tim AMC)


Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center