#
Headlines News :
Home » » Musrenbang IV Koto Tidak Terlepas Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Musrenbang IV Koto Tidak Terlepas Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Written By andri padrianto on Selasa, 21 Februari 2017 | 2/21/2017 05:03:00 PM

Program yang dibahas  dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dalam rangka penyusunan rencana kerja pembangunan 2018, di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Selasa (21/2), tidak terlepas untuk kesejahteraan masyarakat.

Program dimaksud dipaparkan Camat IV Koto, Kabupaten Agam, Rahmi Artati. Pada kesempatan itu, ia mengatakan, kondisi Kecamatan IV Koto beberapa tahun belakangan, kegiatan pembangunan  pemeliharaan dan kegiatan-kegiatan lainnya sudah dilaksanakan,, baik yang dibiayai dana APB Nagari, APBD, dan APBN.

“Dari kegiatan itu, masih perlu dilakukan pembenahan, dan pembangunan di segala bidang, baik bidang infrastruktur, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Melalui kegiatan ini juga disampaikan beberapa isu-isu strategis, atau permasalahan yang masih ada di Kecamatan IV Koto,” ujarnya.

Permasalahan dimaksud, salah satunya potensi pengembangan pariwisata. Setiap nagari memiliki potensi wisata, dan mempunyai karakteristik masing-masing. Saat ini, yang masih dalam pembenahan adalah Objek Wisata Taman Raya di Nagari Balingka. Pada 2017 sudah ada bayangan dari DPRD Agam untuk pembangunan mushola, dan juga dibutuhkan sarana prasarana akses jalan.

Ia mengungkapkan, untuk bidang pendidikan tidak bisa didanai oleh APB Nagari, atau wewenang nagari, kecuali PAUD dan TK. Ini diharapkan menjadi perhatian Tim Musrenbang Kabupaten nantinya, karena masih banyak sekolah-sekolah yang butuh perbaikan, seperti, WC, mushola, pagar dan lainnya.

Selanjutnya, Batang  Sianok juga perlu dinormalisasi, karena tebing sungai sudah dikikis air, sehingga terjadi pendangkalan, dan sungaipun melebar. Bahkan ini juga bisa mengakibatkan terjadinya bencana. Di samping itu, irigasi Batang Sianok, juga memerlukan perbaikan, karena banyak yang roboh akibat bencana, sehingga air tidak mengalir sebagaimana mestinya.

“Untuk jalan Lambah menuju Panta juga perlu jadi perhatian. Badan jalan rusak, dan bahu jalan dan draenase runtuh,  sehingga sering mengundang kecelakaan,.Diharapkan tahun 2017 bisa di lakukan pembenahan, sebab jalan itu merupakan jalur alternatif Bukittinggi menuju Lubuk Basung, dan sebaliknya,” ujarnya.

Di samping pembangunan fisik, juga butuh pembangunan sumber daya manusia, pihaknya akan melakukan pelatihgan, baik pada generasi muda maupun  pemilik usaha. Pelatihan dilakukan untuk peningkatan kualitas produk yang mereka miliki, kemasan yang baik, dan pemasaran. Selama ini pelatihan yang dilakukan hanya pembinaan, dan untuk pemasarannya mengalami kendala.

“Mudah-mudahan melalui musrenbang, perencanaan sepertiitu  menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten, sehingga semua kegiatan bisa dilakukan dengan baik dan lancar,”ujarnya berharap.

Ketua Tim Musrenbang Kabupaten Agam, Welfizar, mengungkapkan, untuk pembangunan fisik yang akan dilakukan, harap dipastikan dahulu lokasinya, apakah sudah diperbolehkan masyarakat atau tidak. Jika lokasi tidak di izinkan, maka pembangunan tidak bisa dilakukan.

Ia mengharapkan, untuk pembangunan diminta masyarakat ikut berpartisipasi, paling tidak untuk penyediaan lokasi, sebab kalau tidak ada dukungan dari masyarakat, maka pembangunan di Kabupaten Agam tidak bisa dilakukan dengan optimal. (Tam/AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center