#
Headlines News :
Home » » AGAM MENYEMAI DORONG "GO GREEN" BUMI

AGAM MENYEMAI DORONG "GO GREEN" BUMI

Written By Admin on Sabtu, 22 April 2017 | 4/22/2017 11:48:00 AM


Oleh:Kasra Scorpi
Selamat hari bumi, semoga bumi dan makhluk di atasnya tetap "sehat" ditengah ancaman berbagai masalah dan bencana.

Inilah masalah itu !
Makhluk bumi kian "sesak nafas" akibat degradasi oksigen yang juga disebabkan penurunan jumlah hutan (deforestasi) yang terjadi dimana-mana negara.
Indikasi deforestasi dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari melalui, perubahan iklim, cuaca ekstreem, banjir, kekeringan, longsor, bahkan deforestasi turut menyumbang terhadap pemanasan global.
Melihat ke dalam negeri, Hutan Indonesia yang pada urutan ke-8 terluas didunia dan terluas di Asia Tenggara mengalami penurunan cukup mencemaskan, sementara upaya mempertahankanya belum efektif.
Luas area hutan Indonesia sekitar 847,522 km2 atau 45,56% dari luas negara, hutan ini ditumbuhi sekitar 30 ribu spesies tumbuhan, diharapkan sebagai salah satu bagian paru-paru dunia, namun kondisinya kian mencemaskan.
Bahkan hutan di Kalimantan yang begitu luas tinggal sekitar 44 %, tahun 2020 diprediksi tinggal 32.6% kalau tidak ada upaya penyelamatan yang sungguh-sungguh.
Kondisi seperti itu juga terjadi di negara lain di dunia yang berhutan lebat semisal India, Brazilia, Peru, Congo dan lainya.
Yang lebih mencemaskan dunia adalah duet degradasi hutan dengan pemanasan global akibat pebantaian lapisan ozon oleh efek rumah kaca dan carbondioksida(CO2).
Kenapa mencemaskan? Es dikutub bisa mencair, air laut naik menelan sebagian muka bumi, sementara muka bumi yang tersisa akan kekeringan. Jangankan ditelan laut, menghadapi El Nino, badai panas di Fasifik saja kita sudah kelabakan.
Melihat kondisi nyata lingkungan seperti itu negara-negara di dunia menyosialisasikan gerakan Go Green, atau penghijauan untuk menyelematkan bumi dari kehancuran.
Sebagai upaya konkrit banyak hal kecil dan sederhana yang dapat dilakukan untuk mendorong gerakan Go Green tersebut, semisal, penghematan penggunaan bahan bakar, air, listrik dan plastik serta membiasakan menanam pohon.
Untuk yang terakhir, Bupati Agam Indra Catri pada ranah kecil telah menjalankan program/gerakan Agam Menyemai dengan mengajak masyarakat menanami lahan kosong dengan aneka tanaman yang bermanfaat bagi perekonomian mereka.
Memang soal menanam pohon, reboisasi dan penghijauaan telah lama diprogramkan pemerintah, namun Agam menyemai memiliki keunikan tersendiri dan lebih memotivasi.
Keunikanya, program ini menyasar rumah tangga dengan anggotanya, sementara rebosasi dan penghijauan lebih menyasar lembaga atau kelompok.
Begitupun Agam Menyemai dikontekskan dengan ekonomi rumah tangga itu sendiri, dimana hasilnya dapat dimanfaatkan dengan nyata karena pohon yang dianjurkan ditanam yang hasilnya dibutuhkan dalam keseharian. Sehingga masyarakat lebih termotivasi.
Lagian tempat menanamnya tidak harus pada tempat khusus, dapat dilakukan dipekarangan rumah dan sekitarnya serta di kebun.
"Tanam bungo di halaman, sayua mayua jo tabek ikan, nan di laman untuak dimakan, nan di parak bao ka pakan" demikian pantun Buapati Agam Indra Catri dalam menyosialisasikan Agam Menyemai.
Langsung maupun tidak langsung, walaupun dalam skala kecil progrm Agam Menyemai turut mendorong Go Green dunia.
Justru tidak ada salahnya program ini diadopsi oleh pemerintah lebih tinggi, sehingga nanti ada pula Sumatra Barat Menyemai ataun Indonesia menanam dengan sasarannya rumah tangga.
Mencontoh yang kecil-kecil untuk kepentingan lebih besar tidak salah dan tidak perlu malu!***
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center