#
Headlines News :
Home » » Bupati Apresiasi Terbentuknya Koperasi Sudagar Minang Raya

Bupati Apresiasi Terbentuknya Koperasi Sudagar Minang Raya

Written By Fitra Hinandes on Jumat, 28 April 2017 | 4/28/2017 08:05:00 PM


Bupati Agam yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Aryati, mengapresiasi atas terbentuknya lembaga koperasi Saudagar Minang Raya (SMR) yang didirikan oleh ikatan perantau saudagar se-Jabodetabek.

Disela acara tersebut, juga digelar festival kampung Minang dengan menampilkan bermacam-macam kuliner dari masakan asli minang.

"Kami sangat mengapresiasi atas inisiatif para dunsanak-dunsanak yang sudah berhasil di rantau untuk membentuk sebuah koperasi. Dengan harapan, melalui koperasi ini selain sebagai alat komunikasi bisnis, juga sebagai alat perekat dan pemersatu kita dalam membangun Ukhuwah Islamiyah diantara sesama," pinta Aryati saat menghadiri peresmian Koperasi SMR oleh Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno beserta istri.

Ketua Koperasi SMR, Fashbir Noor Sidin, mengatakan SMR adalah wadah pemersatu saudagar atau wirausahawan Minang dalam satu gerakan untuk kemajuan ranah dan rantau. Anggota koperasi bersatu dalam pikiran dan tindakan menghadapi persaingan global yang membuka peluang sekaligus ancaman terhadap negeri dan nagari. 

”Koperasi SMR diharapkan dapat memberi solusi dan menjembatani para pelaku usaha dari berbagai sektor dan skala usaha, didukung akademisi dan praktisi sebagai konsultan bisnis," katanya.

Koperasi tersebut, jelas Fashbir, diharapkan mampu membesarkan skala dan menggandakan usaha sebagai jalan untuk kesejahteraan anggota khususnya, dan masyarakat umumnya. Pendirian koperasi untuk mewujudkan cita-cita Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta, yaitu Berkoperasi Membangun Perekonomian Rakyat. 

Fashbir mengutip pidato Bung Hatta yang intinya berbicara tentang falsafah hidup berkoperasi untuk mempertahankan diri dari kolonialisme dan kapitalisme dengan berkoperasi sebagai jalan hidup. Bunyinya, "di bawah diminasi modal asing, hanya sebuah organisasi ekonomi berbentuk koperasi saja yang mampu mempertahankan diri dan melawan semua itu.

Contoh ideal tentang ini adalah Negara Denmark yang sering dijuluki The Cooperative Commonwealth. Lewat organisasi koperasi rakyat Denmark berhasil bangkit dari situasi kemiskinan menuju negeri yang sangat makmur di dunia".
Sampai 2017, Denmark tetap sebagai salah satu negara paling makmur dan paling bahagia di dunia, antara lain dengan indikator pemerataan kesejahteraan terbaik, yaitu berdasarkan angka rasio gini 24,4 dibandingkan Indonesia 41,0.

"Negeri ini patut menjadi salah satu rujukan dalam membangun perekonomian rakyat untuk kesejahteraan sosial melalui semangat kooperatif dengan bersatu untuk kepentingan bersama," katanya.

Anggota Koperasi pada awalnya berasal dari perkumpulan Saudagar Global Minang (SGM) yang bersepakat mendirikan koperasi dan badan-badan usaha koperasi.
Sebagian besar mereka menjadi anggota kelompok pendiri pertama, selebihnya anggota biasa dan bergabungnya anggota baru menjadikan koperasi ini makin kuat.

"Target satu juta anggota koperasi insya Allah tercapai berasal dari keluarga dan kerabat Minang, termasuk anggota luar biasa yang berniat memajukan gerakan koperasi,"tambahnya menjelaskan.

Pembentukan koperasi dimulai 25 Desember 2016 dihadiri lebih 20 orang anggota pendiri, dan menyepakati rapat anggota pada 15 Januari 2017.

"Visi Koperasi SMR yaitu koperasi yang kuat dan maju pada skala nasional, regional dan global untuk ranah dan rantau," ungkap Fashbir.

Menteri Koperasi dan UMKM Resmikan Koperasi SMR


Sementara itu, Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, menyatakan, keberadaan koperasi UMKM sangat memberikan pengaruh terhadap pemerataan perekonomian masyarakat. Ia menilai, pertumbuhan perekonomian bisa saja dibentukdengan cepat, tapi pemerataan perekonomian membutuhkan tekat dan usaha yang kuat secara bersama-sama untuk melakukannya. 

"Untuk itu saya pesankan, untuk menuju koperasi berkualitas itu perbanyak anggota bukan koperasinya," jelasnya.

Terkait hal itu, Agung menilai, langkah para saudagar-saudagar minang di Jakarta sudah memperlihatkan eksistensinya dalam membangun negeri. 

Menurutnya, dari 61 juta UMKM diseluruh Indonesia sumbangsih pelaku usaha dari masyarakat minang cukup memberikan andil yang besar dalam meningkatkan pemerataan perekonomian Indonesia. (IF/AMC)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center