#
Headlines News :
Home » » Dinkes Agam Bantu Keluarga Kurang Mampu 1.300 Unit Jamban

Dinkes Agam Bantu Keluarga Kurang Mampu 1.300 Unit Jamban

Written By andri padrianto on Rabu, 19 April 2017 | 4/19/2017 05:41:00 PM


Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, membantu masyarakat kurang mampu 1.300 jamban, melalui 23 Puskesmas yang ada di daerah itu. Bantuan ini merupakan program tahun 2017, untuk mengatasi pencemaran lingkungan. 

"Bantuan itu telah diserahkan dan ditargetkan akan selesai pada akhir 2017," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Dr. H. Indra Rusli, di Lubuk Basung, Rabu (19/4).
  
Bantuan itu disalurkan karena, mengingat masih adanya masyarakat memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan mandi cuci dan kakus  (MCK). Dengan bantuan itu, pihaknya berharap pada 2019 nanti, tidak ada lagi masyarakat Agam yang membuang air besar di sungai, kolam-kolam ikan, dan sembarang tempat, yang dapat mencemari lingkungan serta kualitas air di sekitarnya.

"Ini sesuai dengan target Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Menurut Indra, buang air besar di kolam-kolam ikan merupakan tradisi yang salah menurut peraturan kesehatan, karena tidak semua kotoran manusia dimakan ikan. Sebagian ada yang mengapung sehingga sarang kuman, virus, dan bakteri.

"Kalau buang air besar di sungai, tinja manusia akan hanyut dari hulu ke hilir sungai, sementara sungai digunakan masyarakat di pedesaan, untuk berbagai, seperti mandi, mencuci, dan masak, "kata Indra menjelaskan.

Air sungai yang tercemar tinja bisa menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit dan diare. Karena dalam tinja manusia terkandung empat mikroorganisme patogen, terdiri atas virus protozoa, cacing, dan bakteri escherhicia coli (e-coli), yang dapat menularkan beragam penyakit jika masuk tubuh manusia.

Ia menambahkan, dalam satu gram tinja manusia mengandung satu miliar partikel virus infektif, yang mampu bertahan hidup selama beberapa minggu pada suhu di bawah 10 derajat celcius.

Indra menjelaskan, penyakit yang disebabkan sanitasi yang buruk, santara lain tifoid, polio, cacingan, dan diare. Penyakit tersebut berakibat pada banyaknya balita dan anak-anak yang menderita gizi buruk, sehingga kesehatan, dan pendidikan mereka terganggu. Penyakit itu juga merupakan penyebab tingginya tingkat kematian balita dan anak-anak.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinkes Agam, Halim Wajdi, menjelaskan, sebanyak 67.983 dari 476.897 jiwa warga Kabupaten Agam, masih memanfaatkan aliran sungai untuk keperluan MCK. Sedangkan jumlah masyarakat yang memiliki jamban sebanyak 408.914 jiwa. Sekitar 14,3 persen warga masih memanfaatkan sungai untuk keperluan MCK.

"Data tersebut diperoleh dari 23 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan pada 2016," ujarnya.

Pada umumnya, mereka ini berada pada daerah pelosok di Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Palembayan, Palupuh, Malalak dan lainnya. Agar tidak ada lagi warga tidak memiliki jamban, Pemkab Agam memberikan bantuan kloset kepada mereka.

"Pada 2016, Dinkes Agam sudah menyalurkan bantuan sebanyak 400 unit jamban kepada keluarga miskin. Untuk proses pembangunannya, Dinkes Agam melakukan kerja sama dengan Kodim 0304 Agam," ujarnya mengakhiri. (Tam/AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center