#
Headlines News :
Home » » Luwak Coffee dan Bunga Rafflesia Bagaikan "Aua Jo Tabiang"

Luwak Coffee dan Bunga Rafflesia Bagaikan "Aua Jo Tabiang"

Written By andri padrianto on Sabtu, 29 April 2017 | 4/29/2017 12:30:00 PM


Luwak Coffee Batang Palupuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, memang tidak asing lagi, baik dikalangan masyarakat lokal maupun nasional, bahkan di mancanegara.

Luwak Coffee hasil racikan masyarakat Palupuah, Kabupaten Agam, mendapat pujian dari berbagai kalangan yang ikut menikmati kopi tersebut. Selain rasanya yang nikmat, lokasi pengolahannya pun sangat strategis, yang berada di kawasan Objek Wisata Bunga Raffesia.

Dengan demikian membuat berbagai pihak dari daerah lain di Indonesia tertarik mengunjunginya, seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang ikut mengunjungi objek wisata yang unik tersebut.

Kunjungan yang dilakukan pada, Kamis (27/4) tersebut, di dampingi Kabid Destinasi dan Promosi Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam Syatria, dan dilanjutkan beristirahat di pelataran yang disediakan pengusaha luwak coffee sambil minikmati nikmatnya adonan kopi luwak. 

"Kopi Luwak Organik Rafflesia “Raos Pisan”," ujar Kepala Disbudpar Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini.

Usai menikmati kopi luwak, rombongan tersebut berkenan mempraktekkan manfaat bubuk kopi luwak untuk pembersih kulit.

Agus mengungkapkan, bahwa kedatangannya bersama 12 orang Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, ke Kabupaten Agam khususnya, dan Sumatera Barat umumnya, adalah untuk melihat langsung objek wisata di daerah ini yang sudah dikenal, bahkan hingga ke manca negara, termasuk luwak kopinya.

Alasan memilih berkunjung ke objek wisata itu,  ingin melihat secara langsung pengelolaan objek wisata, terutama yang dikelola masyarakat desa. "Diharapkan hasil kunjungan ini, akan semakin menambah wawasan kami," ujarnya.

Di samping itu, menurutnya antara Kabupaten Bandung dan Agam banyak memiliki kesamaan potensi wisata,  karena sama-sama mengunggulkan potensi wisata alam. Tak terkecuali Budaya Minang, dan itu juga akan menjadi referensi baginya dalam mengemas wisata di Kabupaten Bandung.

Agus mengatakan, pihaknya juga akan melakukan hal yang sama seperti di Kabupaten Agam, seperti cara mengemas sebuah potensi wisata menjadi objek wisata unggulan, menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Kabid Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam Syatria, mangungkapkan, wisata bunga rafflesia itu menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan. Usai mengunjungi, wisatawan juga langsung disajikan dengan secangkir kopi.

"Mudah-mudahan wisata ini selalu dikunjungi para wisatawan, sehingga objek wisata di Kabupaten Agam menjadi pilihan, baik bagi wisatawan daerah maupun mancanegara,  untuk berkunjung," ujarnya berharap.

Menurutnya, dengan banyaknya pengunjung ke objek wisata, perekonomian masyarakat juga ikut berkembang, seperti luwak kopi, yang sudah masuk ke pasar-pasar terbesar, baik nasional maupun internasional.

Di sampingitu, Syatria juga meminta pelaku wisata harus ramah dan santun dalam melayani pengunjung, begitu juga uang parkir harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan, supaya pengunjung merasa nyaman, tentram, dan damai berkunjung ke objek wisata. (Tam/AMC)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center