#
Headlines News :
Home » , » Nagari Bayua Baralek Gadang, 16 Panghulu Dilewakan

Nagari Bayua Baralek Gadang, 16 Panghulu Dilewakan

Written By AGAM MEDIA CENTER on Sabtu, 08 April 2017 | 4/08/2017 04:40:00 PM

Batagak panghulu berarti malewakan seorang datuak menjadi Panghulu. Dalam adat Minang malewakan atau peresmian seorang panghulu tidak dapat dilakukan oleh keluarga yang bersangkutan saja, malahan keseluruhan suku dilingkupi dalam satu kesatuan adat berupa Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang nantinya akan terlibat langsung didalamnya. Peresmian haruslah berpedoman dalam petitih adat Minang yakni " Maangkek Rajo sakato Alam - Ma'angkek Panghulu sakato Kaum ".

Sebelum itu syarat-syarat pribadi seorang panghulu juga harus dilihat, dimana jabatan panghulu di minangkabau di turunkan secara turun-temurun. Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kamanakan. Dimana yang berhak mendapat atau memakai gelar panghulu adalah kamanakan dekat, kamanakan di bawah daguak kata orang minang, artinya kemenakan yang setali darah menurut garis matrilineal.

Panghulu adalah pemimpin kaum, pembimbing anak-kamanakan, dan menjadi niniak mamak di nagarinya. Maka dari itu seorang yang akan menjadi panghulu adalah orang yang memenuhi syarat kepemimpinan adat minangkabau.

Sumarak acara baralek gadang Batagak Panghulu nagari Bayua merupakan momentum pelestarian budaya minang, sejak 12 tahun lalu di Bayua, sekarang terapung kembali.

16 Panghulu yang dilewakan dari beberapa kaum tersebut sempat diwarnai hujan deras, hal tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap bertahan menyaksikan prosesi malewakan gala para Panghulunya.

"Inilah kebangkitan masyarakat nagari Bayua, semangat bersatu padu dalam membangun nagari sekaligus mengangkat peristiwa langka budaya minang di Baralek Basamo Batagak Panghulu Nagari Bayua, "ucap Bpk. DR. H. Bachtiar Chamsyah Dt. Marajo Nan Sati pada saat memberikan sambutan dihadapan para undangan, bertempat di halaman Mesjid Raya Bayua, Pukul 11.00 Wib, Sabtu 8 April 2017

Ia menambahkan, malewakan gelar adat ini merupakan sebuah berkah sekaligus pertanda bahwa akan ada penguatan adat, yaitu Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabulah di Nagari Bayua pada masa yang akan datang. Itu artinya tidak ada lagi orang minang khususnya nagari Bayua yang tidak menghormati agamanya, Islam adalah agama kita, Alquran dan Alhadis adalah pedoman kita, oleh karena itu apabila ada orang minang yang mengaku islam tapi dia tidak melaksankan syariat dan memilih pemimpin yang munafik itu bukan orang minang. Orang minang itu tau beradat, orang minang itu paham dengan adat, orang minang itu patuh pada syariat, itulah filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabulah.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Agam Bpk.Trinda Farhan Satria Dt. Tumangguang Putiah, Mantan Panglima TNI Bpk. Jenderal DJoko Santoso, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Agam, Bpk. Fauzi Bahar, Ketua KAN Bayur Drs. Muchsis Malik Dt. Rajo Lelo, Forkopimda Kabupaten Agam, Perangkat Kecamatan Tanjung Raya, Wali Nagari Salingka Danau Maninjau dan Para Perantau.

Data 16 Panghulu yang di lewakan :
1. Syamsudin Dt. Rajo Panghulu Suku Pili
2. Suhandrizal Dt. Marajo Suku Pili
3. Syafrial Dt. Tan Majo Basa Suku Pili
4. Yel Agustian Dt. Majo Lelo Suku Pili
5. H. Faisal Dt. Bandaro Suku Pili
6. Dirgahayu Djamaludin Dt. Mangkuto Alam Suku Caniago
7. Syahrul Dt. Kayo Suku Tanjung
8. Indra Tanjung Dt. Nan Mangindo Suku Tanjung
9. Suhatril Dt. Bangso Dirajo Suku Guci
10. Satia Amal Dt. Taba Gampo Suku Guci
11. Suryaman Dt. Bagindo Suku guci
12. Jhoni Dt. Sinaro Suku Guci
13. Hendrik Dt. Rajo Dubalang Suku Guci
14. Indra Dt. Rangkayo Nan Gadang Suku Guci
15. Miswardi Dt. Tumangguang Suku Koto
16. Zulkifli Dt. Rajo Basa Suku Malayu
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center