#
Headlines News :
Home » » PT. PLN Peduli Lingkungan, 5.000 Batang Alpokat Disalurkan di Maninjau

PT. PLN Peduli Lingkungan, 5.000 Batang Alpokat Disalurkan di Maninjau

Written By andri padrianto on Rabu, 19 April 2017 | 4/19/2017 12:24:00 AM


PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkit Bukittinggi, menyerahkan bantuan 5.000 batang bibit alpokad untuk penghijauan salingka Danau Maninjau, kepada kelompok tani salingka danau, melalui Pemerintah Kabupaten Agam, di Kantor Wali Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (18/4).

Bibit diserahkan Manager PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkit Bukittinggi Syodikin secara simbolis kepada Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, dan langsung diserahkan ke masing-masing kelompok tani. Selain itu juga diserahkan biaya untuk pemupukan sebesar Rp10 juta.

Kelompok tani (Keltan) yang mendapatkan bantuan ini, merupakan usulan dari Yayasan Hutan Lestari Indonesia (YHLI). Keltan tersebut adalah Hutan Lestari Indonesia Nagari Koto Kaciak, Harapan Bersama Nagari Tanjuang Sani, Tuah Saiyo Nagari Tanjuang Sani, Maju Bersama Leter W Nagari Tanjuang Sani, dan Keltan Banda Bacang.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. PLN Sektor pembangkit Bukittinggi, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan salingka Danau Maninjau, di mana selain penghijauan, juga membantu pelestarian danau nantinya, maka kegiatan ini tidak terlepas dari mata rantai Save Maninjau.

Menurut Wabup, Danau Maninjau pada tahun 80- an pernah dinobatkan sebagai salah satu danau dari lima danau terindah di dunia, namun saat ini danau sudah tercemar . Bahkan saat ini masalah Danau Maninjau tidak lagi menjadi masalah Kabupaten Agam, tetapi sudah menjadi masalah internasional.

“Untuk penyelamatan Maninjau dari semua sisi, seperti di sisi penyebab, kita mencoba seobjektif mungkin. Kita gali kajian penyebabnya, mulai dari masalah serapan air. Dari 84 anak sungai yang bermuara  ke danau, hanya 34 anak sungai yang tidak kering, jika hujan turun airnya pun tidak bersih,” ujarnya.

Dikatakan Wabup, dengan memperbanyak menanam pohon,  maka resapan air lebih banyak, dan permukiman juga menjadi aman dari bencana. Selain itu juga bisa membantu peningkatan perekonomian masyarakat di segi perkebunan.

Lebih lanjut dikatakan Wabup, untuk masalah KJA, kalau hanya sekedar pengurangan saja tidak susah, tapi yang menjadi pertimbangan adalah masalah perekonomian masyarakat, jadi mulai saat ini harus dipersiapkan pergeseran mata pencarian.

Manager PT. PLN Sektor Pembangkit Bukittinggi Syodikin, mengatakan, selama ini PT. PLN sudah melakukan penghijauan, tapi kurang terkoordinir, sehingga kegiatan itu tidak efektif . Penghijauan bertujuan untuk mengalihkan usaha petani dari KJA ke perkebunan, PLN punya tanggung jawab dalam pelestarian Danau Maninjau, tapi pengalihan usaha ini dilakukan secara bertahap untuk merubah pola pertanian.

“Untuk penghijauan tersebut, kita membantu kelompok tani sebanyak 5.000 batang bibit alpokad, berdasarkan usulan dari pihak Yayasan Hutan Lestari Indoensia (YHLI). Bantuan tersebut merupakan tahap I pada tahun 2017,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya menyediakan dana CSR pada 2017 untuk salingka danau sebesar Rp150 juta. Untuk tahap II tahun ini, ia mengupayakan bantuan, yang akan diserahkan jenisnya berbeda dari tahap I.

“Tapi kita berkoordinasi dengan YHLI terlebih dahulu, berapa kelompok tani yang akan di bantu, dan apa saja jenis bibit yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya lagi.

Ketua YHLI Ardedi Tanjung mengungkapkan, ia akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat salingka danau, dan mengajak untuk serius melakukan penghijauan, agar Maninjau menjadi kawasan yang asri.


“Kita juga akan mendatangi masyarakat salingka danau, untuk mengetahui apa saja bibit yang dibutuhkan, supaya ketika kita meminta bantuan kepada perusahaan, bibit yang diberikan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya pula. (Tam/AMC)



Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center