#
Headlines News :
Home » » Dalam Dua Pekan, Tilkam Lima Kali Diamuk si Jago Merah

Dalam Dua Pekan, Tilkam Lima Kali Diamuk si Jago Merah

Written By andri padrianto on Sabtu, 27 Mei 2017 | 5/27/2017 04:36:00 PM


Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam saat ini masih dihantui rasa takut dengan musibah kebakaran. Pasalnya, dalam dua pekan sudah lima kali si jago merah berkobar di kecamatan itu.

Lebih mengejutkan lagi, kejadian naas tersebut terjadi hanya berselang beberapa hari.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam, kejadian dimaksud terjadi pada Mei 2017, di mana peristiwa itu telah menghanguskan rumah permanen milik Nedi (40) pada Senin (15/5). Dengan hal itu, Nedi yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut mengalami kerugian sekitar Rp300 juta.

Hanya berselang empat hari, Tilatang Kamang kembali membara pada Sabtu (20/5) tepatnya di Jorong Koto Panjang, Nagari Kapau, yang telah menghanguskan satu unit rumah permanen milik seorang PNS UPT Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Aswar (59). Kerugian yang timbul dalam peristiwa itu sekitar Rp200 juta.

Belum habis rasa risau di hati masyarakat, esoknya Minggu (21/5) Kapau kembali membara yang telah melenyapkan enam petak ruko, satu unit rumah dan satu unit mobil, bangunan tersebut dikontrakan pemilik kepada Wit (55), Remon (47), dan Bujang (60) untuk fasilitas berdagang, kerugia dalam peristiwa itu sebesar Rp500 juta.

Tiga hari kemudian Kamis (25/5), lagi-lagi Kapau dikejutkan dengan kobaran api yang telah menghanguskan tiga unit rumah, satu unit rumah gadang milik Yunimas (Alm) dalam keadaan kosong, satu unit rumah permanen milik Sutan Muncak (59), dan satu unit milik yunisar (Alm) dalam keadaan kosong, kerugian mencapai Rp400 juta.

Baru merasakan kenyamanan, sepekan kemudian Masyarakat Tilatang Kamang kembali dikejutkan dengan kebarakan di Jorong Tigo Kampuang, Nagari Gadut, Sabtu (27/5), objek yang terbakar yaitu dapur milik Zirda (70), kerugian sebesar Rp3 juta.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Agam Dandi Pribadi mengatakan, kejadian naas itu tidak terlepas dari korsleting listrik, di mana dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang timbul mencapai Rp1.403.000.000.

“Kejadian ini sangat mengejutkan sekali, sebab dari pertengahan Mei 2017 sudah lima kali kejadian naas ini terjadi, bahkan dalam waktu berdekatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam peristiwa itu Damkar Agam dibantu Damkar dari daerah tetangga, seperti Bukittinggi, Padang Panjang dan Payakumbuh.

Lebih lanjut Dandi menghimbau masyarakat untuk melakukan pencekan instalasi listrik di rumahnya masing-masing, jika instalasi sudah tidak layak atau sudah lama, harap ditukar dengan yang baru. Disamping itu, jangan perbanyak arus pendek, karena itu rentan terjadinya korleting.

“Apalagi saat ini kita memasuki bulan Ramadhan, maka kewaspadaan harus ditingkatkan untuk meninggalkan rumah guna mengikuti shalat tarawih di Masjid, pastikan listrik dan kompor dalam keadaan aman,” ujarnya lagi. (Tam/AMC)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center