#
Headlines News :
Home » » Harga Beberapa Kebutuhan Pokok di Agam Menurun

Harga Beberapa Kebutuhan Pokok di Agam Menurun

Written By andri padrianto on Senin, 22 Mei 2017 | 5/22/2017 06:08:00 PM



Menjelang masuknya bulan Ramadhan 1348 Hijriyah tahun 2017, harga beberapa kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Agam menurun. Hal ini diketahui setelah Tim Pengawas Peredaran Barang dan Jasa (TPPBJ) daerah itu melakukan pantauan di Pasar Inpres Padang Baru Lubukbasung, Minggu (21/5). 

Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag Kop UMKM) Kabupaten Agam Adrinal mengatakan, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional turun, diduga dipengaruhi banjirnya pasokan dari petani. 

“Dari hasil pantauan, terjadi penurunan harga kebutuhan pokok, seiring banyaknya panen sejumlah komoditas di perkebunan masyarakat," katanya, Senin (22/5). 

Ia menjelaskan, kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah, yang biasanya dijual Rp26.000 per-kilogram, turun menjadi Rp23.000 per-kilogram, cabai rawit semula mencapai Rp40.000 per-kilogram, turun menjadi Rp20.000 per-kilogram, bawang merah dari Rp30.000 per-kilogram turun menjadi Rp16.000 per-kilogram, bawang putih dari Rp32.000 turun menjadi Rp11.000 per-kilogram, daging ayam broiler dari Rp48.000 per- ekor turun menjadi Rp45.000 per- ekor, bawang daun dari Rp10.000 per-kilogram turun menjadi Rp2.000 per-kilogram.

Sementara harga kebutuhan pokok yang masih normal seperti, beras bendang pulau Rp12.000 per-kilogram, beras IR 42 Rp12.000 per-kilogram, gula pasir Rp13.000 per-kilogram, daging ayam kampung Rp60.000 per-ekor, daging sapi murni Rp120.000 per- kilogram, telur ayam kampung Rp2.500 per-butir, telur ayam ras Rp38.000 per-kilogram, telur bebek Rp2.000 per-butir. 

Menurut Adrinal, harga kebutuhan itu berkemungkinan saja naik beberapa hari menjelang Idul Fitri, karena permintaan cukup banyak. Ini berdasarkan pengalaman Ramadhan tahun lalu. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Agam menurunkan TPBJ untuk memantau harga persediaan bahan kebutuhan pokok, dan mengatasi penimbunan bahan kebutuhan pokok yang dilakukan pedagang agar harga tidak naik. 

"Apabila kita menemukan pedagang menimbun bahan kebutuhan pokok, dengan tujuan mendapatkan keuntungan cukup banyak saat Ramadhan, maka kita akan memberikan sanksi berupa mencabut izin usaha mereka," katanya. 

Selain memantau harga kebutuhan pokok, TPPBJ yang terdiri dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Polres Agam, Satpol PP dan Damkar, juga memantau barang kedaluwarsa di sejumlah toko, dan memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok di distributor. 

Dari hasil pemantauan itu, tim masih menemukan barang kadaluwarsa seperti, makanan ringan, susu, mie instan, dan lainnya yang dipajang pemilik toko. 

"Barang kadaluwarsa itu telah diamankan di kantor Disperindag Kop UMKM. Kita meminta distributor produk makanan itu untuk datang ke kantor," ujarnya berharap.(Tam/AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center