#
Headlines News :
Home » » Para Puti Bungsu Mesti Memahami "Sumbang Duo Baleh"

Para Puti Bungsu Mesti Memahami "Sumbang Duo Baleh"

Written By Fitra Hinandes on Jumat, 12 Mei 2017 | 5/12/2017 06:19:00 PM

Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Rosmiati meminta Puti Bungsu mengetahui tentang apa yang disebut dengan Sumbang Duo Baleh di Minangkabau. Sumbang (salah) adalah perilaku menyimpang, atau keluar dari garis peraturan yang dilakukan oleh perempuan di Minangkabau.

Demikian disampaikannya di hadapan puluhan  Puti Bungsu se-Kabupaten Agam, Jumat (12/5) di aula kantor Bupati Agam.

Sumbang duo baleh tersebut adalah, sumbang duduak, sumbang tagak, sumbang diam, sumbang perjalanan, sumbang perkataan, sumbang penglihatan, sumbang berpakaian, sumbang pergaulan, sumbang pekerjaan, sumbang tanyo, sumbang jawab, dan sumbang kurenah.

Rosmiati mengatakan pengajaran terhadap tahu tentang sumbang duo baleh merupakan kewajiban, yang harus dilaksanakan kaum perempuan di Minangkabau, sebagai pegangan hidup dan harga dirinya dalam bertindak. Karena Puti Bungsu merupakan calon Bundo Kanduang, yang nantinya akan menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anaknya. 

Menurutnya, jika sumbang yang duo baleh telah dijauhi seorang wanita di Minangkabau, maka akan terjauhlah dari perbuatan-perbuatan yang akan jatuh kepada kesalahan, seperti kenakalan remaja dari berbagai bentuk dan manifestasinya. Wanita inilah yang dijuluki dengan nama "Bundo Kanduang" limpapeh rumah nan gadang.

Seandainya, sumbang salah tersebut tidak dijauhi, maka rasa malu, yang merupakan benteng bagi kemuliaan seorang wanita, akan hilang di dalam dirinya. 

"Kondisi perilaku anak gadis di Minangkabau dewasa ini sangat memprihatinkan. Nyaris mereka semua tidak tahu tentang etika dan tata krama berprilaku yang baik di Minangkabau. Semua terlena dengan kecanggihan dunia dan kemajuan teknologi. Baik secara sosial budaya, moral, pergaulan, dan gaya hidup sudah meniru budaya luar. 

Untuk itu ia berharap, melalui pembinaan terhadap sumbang duo baleh ini, para puti-puti bungsu bisa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-sehari, dan menjadi suri tauladan bagi anak remaja lainnya.

Sementara itu, Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Agam Bundo Vita Indra Catri berharap, pembinaan yang dilakukan oleh Bundo Kanduang untuk Puti Bungsu bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga pengetahuan tentang norma ABS-SBK khususnya terhadap sumbang duo baleh, bisa diketahui secara keseluruhan di tengah-tengah masyarakat.

"Apresiasi terhadap pembinaan ini. Semoga ke depannya nilai budaya dan seni harus bisa lebih dikembangkan lagi oleh seorang Puti Bungsu di dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya berharap. (IF/AMC)


Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center