#
Headlines News :
Home » » Paragliding TROI Seri II Ditabuh

Paragliding TROI Seri II Ditabuh

Written By andri padrianto on Jumat, 05 Mei 2017 | 5/05/2017 07:43:00 PM

 




Gubernur Provinsi Sumatera Barat, yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi Sumatera Barat Nasir Ahmad membuka lomba Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) seri dua, yang dipusatkan di Objek Wisata Puncak Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Jumat (5/5).


Pembukaan dilakukan dengan pemukulan tambua, yang dilakukan Asisten III Nasir Ahmad, Asisten Deputi Olahraga dan Rekreasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Bambang Hermansyah, Bupati Agam H. Indra Catri, Dt Malako Nan Putiah, Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, Dt Tumangguang Putiah, Danlanud St. Syarial Kolonel Penerbangan I PUTU Suwartika, dan Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi.

Pada kesempatan itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Sumatera Barat Nasir Ahmad mengungkapkan, Paragliding Troi seri dua di bawah Cabor Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) itu merupakan suatu kalender nasional yang sudah dirancang, di mana pada 2017 ada lima seri, dan seri dua nya digelar di Provinsi Sumatera Barat yang dipusatkan di Kabupaten Agam.

"Ini bukan kegiatan olahraga semata, tapi juga nuansa rekreasi dan wisata, diharapkan bisa dikembangkan untuk menjadikan Sumbar dan Agam sebagai destinasi yang menjanjikan," ujarnya.

Dikatakannya, kepercayaan Kemenpora untuk menempatkan lokasi di Puncak Lawang sebagai salah satu seri, tentu perlu diberikan dukungan. Tidak hanya Sumbar, tapi juga Agam bagaimana dukungan masyarakat, niniak mamak, FASI, sehingga kegiatan ini bisa dimaksimalkan.

Menurut Nasir, olahraga itu perlu lebih dimasyarakatkan di Sumbar, karena minat anak muda masih sangat terbatas dengan olahraga itu. Olahraganya memang cukup menantang, tapi bagaimana kita bisa memadukan olahraga ini dengan nilai rekreasinya, dan mempromosikan daerah kita ke dunia nasional.

"Kita berharap kegiatan ini tetap berlanjut di Sumbar, khususnya di Puncak Lawang. Kita akan berupaya  memaksimalkan semua sarana dan prasarana yang belum disediakan, agar kegiatan itu bisa jadi lebih baik lagi," ujarnya berharap.

Pada ksempatan yang sama, Bupati Agam H. Indra Catri, Dt Malako Nan Putiah mengatakan kegiatan paralayang sudah dua tahun tidak digelar di Agam, bahkan Sumbar. Hal itu karena sering terjadinya musim hujan di daerah itu. Pada 2017 dan tahun berikutnya diharapkan bisa dilaksanakan, karena  ini ivent yang ditunggu-tunggu untuk menjadi ivent andalan daerah itu.

Menurut bupati, Matur salah satu destinasi yang terkenal, tidak hanya sesudah kemerdekaan, bahkan sebelum kemerdekaan Belanda menetapkan wilayah itu sebagai negeri yang sangat terhormat, karena memiliki nuansa alam yang bagus, seperti Puncak Lawang, Ambun Tanai dan Danau Maninjau sebagai salah satu wilayah banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional dan pahlawan bangsa.

"Danau Maninjau sedikit mengalami masalah dengan adanya keramba, namun secara bertahap sudah diatasi, dengan kegiatan itu peserta diharapkan bisa promosikan salah satu tempat kita melaksnaakan ivent ini," ujar bupati berharap.


Bupati berharap, kegiatan itu kembali dilaksanakan tahun depan dan lebih ramai lagi. Pada 2017 peserta tidak hanya dari Indonesia saja, tapi juga dari Singapura dan Malaysia. Tidak hanya itu, ivent tersebut perlu disempurnakan terus. Walaupun kegiatannya cukup menantang bagi peserta, tapi di samping olahraga profesional, juga menjadi olahraga hiburan. 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam Hadi Suryadi menambahkan, lomba diikuti 179 peserta dari atlet paralayang seluruh Indonesia.

Dikatakannya, semua atlet telah diasuransikan kesehatannya untuk melindungi keselamatan mereka, selama mengikuti lomba paralayang TROI seri dua pada 5-8 Mei 2017 tersebut. (Tam/AMC)






Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center