#
Headlines News :
Home » » Tiga Kelompok di Agam Mendapat Izin Pengelola Hutan Berbasis Masyarakat

Tiga Kelompok di Agam Mendapat Izin Pengelola Hutan Berbasis Masyarakat

Written By sangrajo on Rabu, 03 Mei 2017 | 5/03/2017 06:58:00 PM



Tiga Kelompok Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (KP-Hkm) di Kabupaten Agam telah memperoleh izin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk mengelola hutan. Hal itu disampaikan Koordinator Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Agam, Ir. Afniwirman, Rabu (3/5/2017) di Lubuk Basung.

Kelompok dimaksud adalah KP-Hkm Kampuang Malayu, Nagari Lubuk Basung, kecamatan Lubuk Basung; KP-Hkm Padang Kubuak, Nagari Matua Mudiak, kecamatan matur; dan KP-Hkm Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.

Dijelaskan Hutan Kemasyarakatan adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat, dengan sasaran adalah kawasan hutan lindung dan hutan produksi; belum dibebani hak pengelolaan atau izin pemanfaatan; menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat; izin diberikan kepada “Kelompok Masyarakat Setempat”.

Areal kerja Hutan Kemasyarakatan adalah satu kesatuan hamparan kawasan hutan yang dapat dikelola oleh kelompok atau gabungan kelompok masyarakat setempat secara lestari.
Penetapan areal kerja Hutan Kemasyarakatan adalah pencadangan areal kawasan hutan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk areal kerja hutan kemasyarakatan
Penyelenggaraan Hutan Kemasyarakatan dimaksudkan untuk pengembangan kapasitas dan pemberian akses terhadap masyarakat setempat, dalam mengelola hutan secara lestari, guna menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, untuk memecahkan persoalan ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat.
Izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm) adalah izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan sumber daya hutan pada kawasan hutan lindung dan atau kawasan hutan produksi.
Izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan kemasyarakatan (IUPHHK HKm) adalah izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan hasil hutan berupa kayu dalam areal kerja IUPHKm pada hutan produksi.
Sekaitan dengan telah terbitnya izin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, Afniwirman mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan jasa lingkungan, berupa potensi air terjun, yang menguntungkan untuk peningkatan ekonomi warga sekitar, di samping usaha produktif lainnya.

"Di Kabupaten Agam, 4 lokasi air terjun yang bisa dimanfaatkan untuk objek wisata, dan bisa diambil manfaatnya oleh masyarakat. Potensi tersebut terdapat di  di Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, di Ambun Pagi Matur, di Sonsang Tilatang Kamang, dan di Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari," ujarnya.
Ini merupakan hasil dari pendataan dan identifikasi potensi jasa lingkungan, khususnya air terjun di Agam. Potensi tersebut bisa dikembangkan, melalui kerja sama kelompok masyarakat, investor,dan pihak pemerintah. Air terjun bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata, untuk sumber air bersih, pembangkit listrik mikro hidro, dan banyak manfaat lain. 
Ia mengatakan, sangat banyak keuntungan yang bisa didapat dari pemanfaatan potensi tersebut. Masyarakat sekitar akan memperoleh manfaat untuk peningkatan ekonomi mereka. Selain itu keselamatan hutan terjaga.  
Keindahan alam di lokasi air terjun tersebut, sangat bagus. Apabila dikelola menjadi objek wisata secara sungguh-sungguh, akan sangat menguntungkan anak nagari sekitar. Sebagian besar air terjun dimaksud terletak tidak begitu jauh dari perkampungan warga. 
Di samping jasa lingkungan, hasil hutan non kayu  juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan warga, antara lain getah dan buah kayu. (MSM)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center