#
Headlines News :
Home » » Agam Madani Sudah Saatnya Diamalkan Secara Nyata

Agam Madani Sudah Saatnya Diamalkan Secara Nyata

Written By Fitra Hinandes on Sabtu, 03 Juni 2017 | 6/03/2017 10:20:00 AM


Dihari ke tujuh Puasa, Tim Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Agam yang dipimpin oleh Bupati Agam H. Indra Catri melakukan temu ramah dengan masyarakat sekaligus buka puasa dan shalat tarawih bersama, di Masjid Jami' Jorong Baringin Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang.

Marhaban ya Ramadhan, mari bersama sama kita jalani bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan suci, bulan yang penuh maghgiroh untuk mengasah dan mengasuh jasmani dan rohani kita," kata H. Indra Catri dihadapan ratusan jamaah.

Dalam kunjungan itu, bupati menyerahkan bantuan uang untuk perbaikan Masjid sebesar Rp8.500.000 dan bantuan sebanyak 700 bibit tanaman, berupa tanaman jengkol, alpokat, petai, jeruk dll.

Usai pelaksanaan shalat tarawih, bupati mendengarkan aspirasi dari masyarakat Jorong Baringin . Dalam sambutannya, Bupati H. Indra Catri memaparkan tujuan dari pembangunan jangka panjang Kabupaten Agam, yaitu Agam Mandiri, Berprestasi yang madani.

Tujuan jangka panjang tersebut menurut bupati dipilah kedalam tujuan jangka menengah yang berkelanjutan per lima tahunan sesuai dengan periode pemerintah Bupati Agam dengan penekanan yang berbeda.

"Bila periode yang lalu penekanannya adalah meletakan landasan yang kuat maka periode saat ini kita bersepakat memberikan penekanan untuk menuju Agam Mandiri, Berprestasi yang Madani. Khusus perihal madani kita sudah seharusnya berada pada tataran penerapan atau pengamalan yang lebih," kata bupati.

Seperti kegiatan keagamaan yang dilakukan di Masjid, menjadi landasan yang kuat dalam membentuk Agam Madani. Karena Masjid adalah pusat peradaban umat. Program Pemda menuju Agam Madani harus dimulai dari Masjid. Masjid-masjid yang makmur dalam setiap nagari sekaligus akan menunjukan bahwa nagari tersebut berada pada tingkatan yang madani.

Semakin banyak masyarakat yang beraktifitas di masjid dan hafidz Alquran, menurut bupati merupakan bukti terwujudnya Nagari Madani. "Oleh sebab mari secara bersama-sama menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan seluruh lapisan masyarakat," pinta bupati.

Sehubungan dengan itu bupati menambahkan, ada lima pilar yang harus ditegakkan di dalam masjid, diantaranya menjadikan Masjid sebagai pusat ibadah, sebagai pusat pendidikan, telah dibuktikan dengan rutinitas didikan subuh, kegiatan TPA/TPQ/MDTA.

Kemudian, menjadikan Masjid sebagai Pusat dakwah, antara lain dalam bentuk kegiatan majelis ta'lim dan aktifitas remaja masjid yang telah gencar kita laksanakan saat ini.

Lalu, menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan sosial keagamaan dengan antara lain dengan mendirikan koperasi syariah, dan menjadikan Masjid sebagai pusat pengembangan seni budaya antara lain dalam bentuk pelatihan silat, berdebat, berunding, nasyid, qasidah rebana, salawat, dikia rabano dan lainnya.

Ramadhan Qarim adalah salah satu instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkannya.

"Mari kita sambut bulan berkah ini dengan penuh semangat namun tidak berlebih-kebihan. Namun jangan pula menyambut tamu agung ini dengan penuh keluh kesah. 

Oleh karenanya mari perdalam pengetahuan kita tentang Ramadhan agar kita tidak salah arah. Walaupun persiapan Fikriyah sudah demikian matang sejak sebelum ramadhan, tapi harus tetap ditingkatkan dan ditambah lagi agar hasil puasa kita tahun ini lebih baik," ajak bupati dua periode itu.

Setiap amalan yang dilakukan hendaknya memiliki dasar ilmu yang kuat jika tidak justru bisa menimbulkan banyak kerugian dan kesalahan kerusakan. Perbanyak membaca alquran serta berbagai bahan rujukan. Perbanyak menghadiri kegiatan majelis tentang Ramadhan. Perbanyak Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqih puasa, dan hal yang penting lainnya yang perlu dipersiapkan.

Bupati juga meminta agar masyarakat menjaga kesehatan selama Ramadhan dengan tidak berbuka secara berlebihan karena puasa itu menahan diri untuk hal-hal yang tidak perlu.

"Seharusnya pengeluaran selama puasa berkurang dibanding diluar puasa, karena pada bulan puasa kita makan hanya dua kali sehari yaitu, saat berbuka dan sahur. Sementara diluar Ramadhan mungkin saja kita makan tiga kali sehari. Seharusnya bulan puasa pengeluaran khusus untuk pangan berkurang, tapi kenyataannya malahan meningkat. 

Jaga Stamina atau pertahankan kualitas Jasadiyah yang kuat.

Untuk menunaikan puasa kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, mari kita pertahankan kondisi fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Sejalan dengan itu, selama Ramadhan bupati juga meminta agar memperbanyak ibadah Amaliyah. Jangan hanya dipersiapkan anggaran belanja untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Perbanyaklah sedekah, karena Ramadhan-pun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa. (IF/AMC)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center