#
Headlines News :
Home » » Malam Takbiran di Maninjau Dimeriahkan Dengan Rakik-Rakik

Malam Takbiran di Maninjau Dimeriahkan Dengan Rakik-Rakik

Written By andri padrianto on Sabtu, 24 Juni 2017 | 6/24/2017 03:21:00 PM


Acara “Rakik-Rakik,” merupakan salah satu tradisi Anak Nagari Salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dalam rangka memeriahkan malam takbiran menjelang hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Agam, Hadi Suryadi, tradisi tersebut sudah ada sejak lama. Bahkan sejak zaman penjajahan tempo doeloe, dan berkembang sampai ke alam kemerdekaan.

Dulu, pertunjukan rakik-rakik dimeriahkan hampir seluruh anak nagari nagari di salingka Danau Maninjau. Bahkan bentuk rakik-rakik pernah dilombakan antar nagari. Menjelang malam takbiran, para pemuda membuat rakik (rakit) bamboo yang dihias dengan lampu obor dan lampion, sehingga terlihat indah dan megah di perairan danau.

Rakik-rakik berlayar di danau, sekali-sekali terdengar dentuman meriam bambu. Itu, menurut para sesepuh, merupakan lambang perlawanan terhadap penjajah. Dentuman meriam bambu itu diibaratkan tembakan meriam benaran terhadap penjajah.

Suasana makin terasa meriah,dan sakral, ketika lantunan takbir ikut berkumandang. Pertunjukan tambua tansa semakin memantapkan acara tersebut, bahkan lebih meriah dari perayaan malam pergantian tahun, sebelum dilarang di daerah itu.

“Malam takbiran lebaran kali ini, para pemuda dan pengurus Masjid Gasang, sudah memberitahukan akan mengadakan acara barakik-rakik. Namun diyakini, dalam skala berbeda, pada umumnya di beberapa nagari di Salingka Danau Maninjau, pesta sejenis dilaksanakan anak nagari, ujar Hadi.

Disebutkannya, yang resmi melaporkan kegiatan rakik-rakik, baru panitia rakik-rakik Masjid Gasang. Panitianya sudah melaporkan kegiatannya kepada pihak Disparpora Agam.

Lebih lanjut Hadi menyebutkan, pada malam takbiran objek wisata di wilayah itu ditutup, sebagaimana pada malam pergantian tahun. Walau demikian, petugas keamanan bersama para pemuda sekitar objek akan menjaga dan mengawasi objek dimaksud, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk berbuat tidak senonoh.

Kepada para pemuka masyarakat, bersama Parik Paga Nagari, diharapkan ikut menjaga objek wisata di wilayah itu, agar tidak digunakan pihak tertentu untuk berbuat tidak senonoh.

Kepada warga, terutama para pendatang yang merayakan malam takbiran, diharapkan tidak menodai kesucian malam tersebut dengan perbuatan yang dilarang Allah SWT. (Tam/AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. Agam Media Center - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center