#
Headlines News :
Home » » Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Perhatian Dalam Perencanaan 2018

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Perhatian Dalam Perencanaan 2018

Written By andri padrianto on Senin, 19 Juni 2017 | 6/19/2017 05:33:00 PM


Peningkatan pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian serius dalam perencanaan tahun 2018, ini berpedoman pada pelaksanaan pembangunan tahun 2017, seperti dikatakan Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, saat membacakan nota penjelasan tentang KUA-PPAS, serta APBD tahun anggaran 2018, di aula DPRD Agam, Senin (19/6).

Dikatakan wabup, meskipun angka sementara terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi Agam pada 2016 sebesar 4,36 persen, namun ini berpedoman pada Permendagri Nomor 32 tahun 2017, tentang penyusunan RKPD tahun 2018, bahwa pemerintah menetapkan arah kebijakan pembangunan nasional, dengan target pertumbuhan ekonomi untuk wilayah Sumatera sebesar 5,97 persen, serta memperhatikan kondisi makro ekonomi Provinsi Sumatera Barat, maka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam ditargetkan mengalami pertumbuhan sebesar 6,0 persen pada akhir 2018.

"Target pertumbuhan ekonomi pada 2018 diperkirakan akan dapat dicapai melalui peningkatan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp20.217 miliar lebih, dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp13.747 miliar lebih," ujarnya.

Disebutkannya, peningkatan PDRB tersebut diasumsikan dapat dicapai melalui peningkatan investasi yang mampu menyerap angkatan kerja, dan mengurangi angka pengangguran. Selanjutnya peningkatan PDRB juga akan berimplikasi terhadap pendapatan regional per-kapita, yang akan mendorong peningkatan pengeluaran masyarakat, sehingga pendapatan regional per-kapita atas dasar harga berlaku dapat mencapai 25,85 juta. Ini tentu akan mengindikasikan semakin membaiknya daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa.

Lebih lanjut wabup mengungkapkan, ringkasan proyeksi pendapatan belanja dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2018, yaitu penerimaan pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp1.342 triliun lebih, sehingga mengalami penurunan sebesar Rp49.463 milar lebih, atau turun 3,55 persen dibandingkan pendapatan daerah pada APBD tahun anggaran 2017.

Selanjutnya, belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2018 diproyeksikan sebesar Rp1.563.639 triliun lebih, naik sebesar Rp105.735 miliar atau 7,25 persen dari APBD 2017.

Dari hal tersebut, disadari bahwa struktur  APBD tahun anggaran 2018 belum seimbang antara belanja dengan pendapatan, yang belum mampu ditutup melalui pembiayaan daerah. 

"Kita masih kekurangan dana sebesar Rp221.399 miliyar lebih untuk membiayai belanja langsung," ujarnya.

Salah satu pembiayaan yang cukup besar adalah rencana pembangunan infrastruktur RSUD Lubuk Basung sebesar Rp96.227 miliar lebih.

Untuk itu, melalui rapat paripurna tersebut, Pemkab Agam ingin mengajukan alternatif pembiayaan untuk mengurangi defisit anggaran pada APBD 2018, dengan melakukan pinjaman daerah yang dikhususkan membiayai pembangunan RSUD Lubuk Basung.

Menurutnya, ini dimungkinkan untuk dilakukan dalam mengatasi permasalahan keterbatasan anggaran daerah, dan regulasi yang ada juga mendukung untuk dilaksanakan.

"Jika alternatif pinjaman daerah dapat kita sepekati, nantinya dibutuhkan persetujuan bersama DPRD, yang dituangkan dalam nota kesepakatan bersama antara bupati dan DPRD, ditandatangani bersamaan dengan penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS tahun anggaran 2018.

Selanjutnya Wabup menyebutkan, pembiayaan daerah Kabupaten Agam tahun anggaran 2018 ditujukan untuk mendukung terwujudnya stabilitas keuangan daerah. Rencana penerimaan pembiayaan daerah tahun anggaran 2018 melalui pinjaman daerah, dan pemanfaatan sisa lebih perhitungan angaran tahun 2017, yang besarnya berdasarkan posisi dan kondisi kas daerah pada Desember 2017.

Adapun proyeksi komposisi pembiayaan pada APBD tahun anggaran 2018 adalah, penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp106.227 miliar lebih, naik Rp40.26 miliar lebih atau 60,46 persen, dibandingkan APBD 2017. Selanjutnya pengeluaran pembiayaan daerah yang direncanakan sebesar Rp18 miliar, naik 100 persen dibandingkan APBD 2017, yang akan digunakan sebagai penyertaan modal pada Bank Nagari. (Tam/AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. AMC - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center