#
Headlines News :
Home » » Proposal Pengalihan Usaha dari Danau ke Darat Mulai Berdatangan

Proposal Pengalihan Usaha dari Danau ke Darat Mulai Berdatangan

Written By andri padrianto on Rabu, 05 Juli 2017 | 7/05/2017 03:56:00 PM

Save Maninjau, yang merupakan program unggulan Kabupaten Agam, saat ini masih menjadi pembicaraan di tengah masyarakat. Bahkan segenap masyarakat mendukung  dibentuknya program tersebut, untuk mengembalikan marwah danau yang bersejarah itu.

“Dukungan dimaksud, antara lain diwujudkan  dalam bentuk kesediaan mereka mengalihkan usahanya dari danau ke darat. Bahkan sembilan kelompok tani pembudidaya ikan di danau, sudah mengusulkan proposal kepada Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk mngalihkan usahanya,” ujar Kepala DLH Agam, Yulnasri, Rau (5/7) di ruangan kerjanya.

Ia mengungkapkan, dalam proposal yang diajukan itu, mereka bersedia mengalihkan usahanya, yang diiringi dengan permohanan bantuan untuk membuka usaha baru di darat. Bermacam usaha ditulis dalam proposal yang diajukan tersebut.

Yulnasri menyebutkan, kelompok tani itu adalah Keltan Batu Pao, Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto beranggotakan 15 orang, memiliki KJA 56 petak, usaha yang mereka ajukan adalah budidaya perikanan darat bada dan lele jumbo, serta perkebunan produktif; Keltan Maju Bersama Leter W Jorong Batu Nanggai, Nagari Tanjuang Sani, beranggotakan 10 orang, memiliki KJA 100 petak. Usaha diajukan budidaya perikanan darat lele, dan bada; Keltan Kuliner Maninjau, Jorong Kubu Baru, Nagari Maninjau, beranggotakan 11 orang, memiliki KJA 38 petak, usaha diajukan bertani tanaman produktif, dan pohon penghasil kayu. Keltan Barkam, Jorong Pasar Maninjau beranggotakan 11 orang, memiliki KJA 58 petak, usaha diajukan beternak itik petelur, bertani tanaman produktif, dan pohon penghasil kayu,

Keltan Sitinjau, Jorong Pasa Maninjau beranggotakan 10 orang, memiliki KJA 66 petak, usaha diajukan beternak ayam kampung petelur dan ayam potong, bertani tanaman produktif, dan pohon penghasil kayu; Keltan Gantiang Saiyo, Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto beranggotakan 13 orang, memiliki KJA 59 petak, usaha diajukan perikanan darat, dan bertani tanaman produktif jangka menengah; Keltan Ujuang Pandan, Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto, beranggotakan 10 orang, memiliki KJA 34 petak, usaha diajukan pengolahan limbah menjadi pupuk, beternak itik petelur, dan pengolahan limbah plastik; Keltan Guguak Galanggang Jorong Tanjuang Batuang, Nagari Duo Koto, beranggotakan 11 orang, memiliki KJA 80 petak, usaha diajukan perikanan darat, dan bertani tanaman produktif jangka menengah; Keltan Monggong, Jorong Gasang, Nagari Maninjau, beranggotakan 11 orang, memiliki 16 petak KJA, usaha diusulkan industri tempe dan tahu non kolesterol, pengolahan limbah kedelai menjadi pakan ternak dan ikan, serta bertani cabe berkualitas.

“Proposal sudah kita kirim ke OPD terkait melalui Bappeda Agam selaku bidang tranformasi ekonomi dalam Tim Save Maninjau,” kata Yulnasri yang juga selaku sekretaris dalam tim tersebut.

Saat di konfirmasi Kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Afdhal mengungkapkan, pihaknya bersedia membantu, namun sebelumnya akan dilakukan cek lapangan untuk menyesuaikan permintaan dengan kondisi wilayahnya. Sebab, apapun tanaman yang akan ditanam itu harus sesuai dengan potensi wilayahnya, supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik.

“Untuk peternakan kita akan memastikan apakah sebelumnya mereka sudah pernah beternak atau belum, jika belum kita akan membantu ternak yang sesuai dengan besiknya atau menguasai cara beternak,” ujarnya pula.

Lebih lanjut Afdhal menyebutkan, sebelumnya Wakil Bupati Agam H. Trinda Farhan Satria, Dt Tumangguang Putiah, meminta pihak Dinas Pertanian melakukan pemetaan kajian pewilayahan komoditas pertanian berdasarkan kesesuaian daerah, atau potensi wilayah.

“Kita menargetkan 2018 sudah ada pemetaannya, minimal dua kecamatan,” ujarnya lagi.

Yulnasri menambahkan, selain Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam juga bersedia menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan pemohon.

"Diharapkan ke depan, kelompok tani lainnya menyusul untuk mengalihkan usahanya dari danau ke darat, uupaya program Save Maninjau tersebut berjalan dengan baik," harapnya. (Tam/AMC)


Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. Agam Media Center - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center